- Kebiasaan mengelap mobil dalam kondisi kering menggunakan kain kotor dapat memicu goresan halus pada permukaan cat kendaraan.
- Gesekan ranting pohon serta lemparan kerikil dari kendaraan lain saat di jalan berisiko mengelupas dan merusak lapisan cat.
- Meletakkan barang dan bersandar sembarangan pada bodi mobil dapat menyebabkan kerusakan bertahap yang mengurangi nilai estetika kendaraan.
SuaraSumut.id - Menjaga bodi mobil tetap bersih, mulus, dan mengilap bukan sekadar soal penampilan. Kondisi cat kendaraan juga mencerminkan bagaimana pemilik merawat mobil kesayangannya. Sayangnya, goresan halus atau baret pada bodi mobil bisa muncul kapan saja, bahkan akibat kebiasaan sederhana yang sering tidak disadari.
Mulai dari cara mencuci mobil yang kurang tepat hingga kebiasaan memarkir kendaraan sembarangan, berbagai aktivitas sehari-hari ternyata dapat meningkatkan risiko kerusakan pada lapisan cat.
Baret mobil memang terlihat seperti masalah kecil. Namun, jika dibiarkan atau terjadi berulang kali, goresan dapat membuat tampilan kendaraan terlihat kusam dan mengurangi nilai estetika mobil. Dalam kondisi tertentu, kerusakan yang menembus lapisan pelindung cat bahkan dapat membuat permukaan logam lebih rentan mengalami korosi.
Karena itu, pemilik kendaraan perlu memahami penyebab bodi mobil mudah baret agar bisa melakukan pencegahan sejak dini. Berikut empat kebiasaan dan kondisi yang perlu diwaspadai.
1. Menggunakan Kain Lap Kotor dan Mengelap Mobil dalam Kondisi Kering
Salah satu penyebab bodi mobil mudah baret yang paling sering terjadi adalah penggunaan kain lap yang tidak bersih. Debu, pasir, dan partikel kecil yang menempel pada kain dapat berubah menjadi material abrasif ketika digesekkan ke permukaan cat. Akibatnya, muncul goresan-goresan halus yang biasanya terlihat jelas ketika bodi mobil terkena pantulan cahaya matahari.
Kondisi ini sering terjadi saat pemilik kendaraan membersihkan debu menggunakan kain kering tanpa membasahi permukaan mobil terlebih dahulu. Kebiasaan mengelap bodi mobil dalam kondisi kering sebaiknya dihindari, terutama ketika terdapat pasir atau kotoran yang menempel. Gesekan antara partikel tersebut dan lapisan cat dapat menimbulkan goresan yang dikenal sebagai swirl mark.
Untuk mencegahnya, gunakan kain microfiber yang bersih dan lembut. Sebelum mengelap, bilas terlebih dahulu bodi mobil menggunakan air agar debu dan kotoran terangkat. Pemilik mobil juga disarankan menggunakan sampo khusus kendaraan serta memisahkan kain untuk membersihkan bodi, kaca, dan velg.
2. Gesekan Ranting Pohon dan Tanaman di Pinggir Jalan
Ranting pohon atau tanaman yang menjuntai ke badan jalan juga bisa menjadi penyebab munculnya baret pada mobil. Risiko ini biasanya terjadi ketika kendaraan melewati jalan sempit, gang, atau kawasan yang memiliki banyak pepohonan dengan dahan menjuntai rendah.
Gesekan ranting yang keras dan tajam dapat meninggalkan garis goresan pada permukaan cat. Jika tekanan dan gesekannya cukup kuat, kerusakan bahkan bisa mencapai lapisan cat yang lebih dalam.
Risiko serupa juga dapat terjadi ketika mobil diparkir terlalu lama di bawah pohon. Ranting kecil, dedaunan kering, dan benda asing yang tertiup angin berpotensi bergesekan dengan bodi kendaraan. Selain itu, getah pohon yang menempel terlalu lama dapat meninggalkan noda yang sulit dibersihkan dan berpotensi merusak lapisan pelindung cat.
Solusinya, pilih lokasi parkir yang aman dan tidak terlalu dekat dengan ranting pohon. Ketika melewati jalan sempit, kurangi kecepatan dan perhatikan jarak kendaraan dengan tanaman di sisi jalan.
3. Kerikil yang Terlempar dari Ban Kendaraan Lain
Berkendara di jalanan berbatu atau berkerikil juga menyimpan risiko terhadap kondisi eksterior kendaraan. Kerikil kecil yang terlindas ban kendaraan di depan bisa terlempar ke belakang dan mengenai bagian depan mobil, seperti bumper, kap mesin, hingga lampu kendaraan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Panitia Batalkan Undang Raffi Ahmad di GSI Youth Fest Hero Summit
- Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
- Prestasi Kinclong Netty Rosdiana Siagian: Mundur dari Polri, Tak Sejalan dengan Hati Nurani
- Kenapa Raffi Ahmad Diboikot? Ini Kronologi Acara Sumpah Pemuda sampai Rans Carnival Sepi
- Margarito Kamis Jelaskan Isi Putusan MA, RI Tak Lagi Punya Wakil Presiden yang Sah?
Pilihan
-
Tak Perlu Bongkar Kitab, Muhammadiyah Bikin AI Khusus ChatHPT untuk Jawab Persoalan Agama
-
Sejumlah Jenderal Polri Dikabarkan Diamankan, Satu 'Bintang Empat' Sudah Dilepas
-
Gempa M 5,5 Guncang Laut Barat Laut Tanimbar, Getaran Terasa hingga Saumlaki
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
Terkini
-
Eks Wali Kota Sibolga Resmi Ditahan di Kasus Korupsi Pasar Ikan Modern
-
Cara Memilih Powerbank yang Bagus dan Baik 2026, Jangan Asal Lihat Kapasitas!
-
Gerindra Klaim Polisi yang Tangkap Kadernya di Jatim Dimutasi karena Diduga Minta Uang
-
Komplotan Pencuri Motor Modus Tabrak Adik Ditangkap, Beraksi di 50 TKP Sumut
-
Suka Minum Kopi Pagi Hari? Jangan Lewatkan Segelas Air Putih