alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Harimau Sumatera Terjerat Perangkap Babi, Warga Minta Ini ke Petugas BKSDA

Chandra Iswinarno Senin, 19 Oktober 2020 | 11:59 WIB

Harimau Sumatera Terjerat Perangkap Babi, Warga Minta Ini ke Petugas BKSDA
Evakuasi harimau Sumatra yang kena jerat di Melelang, Kecamatan Terangun, Gayo Lues. [Foto: M Amin/Portalsatu.com]

Warga yang geger dengan peristiwa tersebut kerap melihat induk dan anak harimau berkeliaran di jalan lintas Gayo Lues-Aceh Barat Daya (Abdya).

SuaraSumut.id - Seekor harimau Sumatera ditemukan terperangkap jerat babi yang dipasang di kawasan Desa Melelang, Kecamatan Terangun, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh.

Warga yang geger dengan peristiwa tersebut kerap melihat induk dan anak harimau berkeliaran di jalan lintas Gayo Lues-Aceh Barat Daya (Abdya).

Camat Terangun M Amin mengemukakan harimau ini sedang dievakuasi tim dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) dan warga setempat.

"Saya pun baru tahu setelah Kepala Desa terpilih Melelang melapor ke kecamatan. Katanya dokter hewan dari Medan bersama tim BKSDA akan datang ke Desa Melelang untuk mengevakuasi harimau yang kena jerat," ujar Amin seperti dilansir Portalsatu.com-jaringan Suara.com melalui ponselnya pada Minggu (18/10/2020) malam.

Dia menjelaskan, harimau Sumatera yang terkena jerat babi tersebut berkelamin betina dengan berat 50 kilogram dan panjang 1,5 meter itu diperkirakan berumur dua tahun lebih.

"Di daerah Melelang saat ini banyak warga menanam jagung. Untuk memberantas hama babi hutan, warga banyak memasang jerat yang terbuat dari tali klos sepeda motor, dan secara kebetulan harimau Sumatra ini yang kena jerat," jelasnya.

Setelah satu induk harimau kenak jerat, kawanan yang lain masih menunggu di seputaran perkebunan warga. Sehingga dilaporkan ke tim BKSDA untuk melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan lantaran warga tidak berani menyelamatkan hewan yang dilindungi itu dengan tangan kosong.

"Tadi saat tim BKSDA datang, kondisi harimau ini sudah agak lemas, kemudian dibius, dan diberikan perawatan oleh dokter hewan. Kandang besarnya juga dibuatkan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama proses perawatan. Hingga menjelang magrib tadi, posisi harimau masih dirawat dengan baik dan dalam keadaan hidup," kata Amin.

Menurut Amin, warga setempat meminta kepada tim BKSDA agar jangan membawa harimau tersebut, dan kembali melepaskanya ke daerah kawanannya.

Lantaran, warga setempat khawatir, jika harimau dibawa akan membuat kawanannya menyerang penduduk setempat.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait