alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mengemudikan Sepeda Motor Sambil Dengarkan Musik? Ternyata Bahaya

RR Ukirsari Manggalani | Manuel Jeghesta Nainggolan Senin, 09 November 2020 | 17:00 WIB

Mengemudikan Sepeda Motor Sambil Dengarkan Musik? Ternyata Bahaya
Motoran dan pakai earphones. Namun satu ini benar, karena digunakan saat berhenti atau tidak mengoperasikan sepeda motor. Sebagai ilustrasi [Envato Elements/ vadymvdrobot].

Mengemudikan sepeda motor sambil mendengarkan musik rasanya asyik. Namun ada bahayanya.

SuaraSumut.id - Tak dipungkiri, namanya motoran atau mengemudikan sepeda motor terkadang perlu hiburan. Apalagi bila menempuh rute panjang atau perjalanan jauh. Namanya rasa bosan tidak terhindarkan.  Headset atau earphones dipasang dan jreng, jreng, jreng, musik jadi teman lewat kuping.

Persoalannya, kesenangan ini mendatangkan masalah. Bahkan berbahaya.  Dikutip Suara.com, jaringan SuaraSumut.id, dari Wahana Honda, berikut sederet risiko mengendarai motor sambil mendengarkan musik.

Mari kita simak bersama, risiko mendengarkan musik pakai headset sembari mengoperasikan sepeda motor di jalan raya:

Ilustrasi dua pengendara motor touring. [Shutterstock]
Ilustrasi dua pengendara motor, gunakan earphones namun untuk kebutuhan komunikasi saat touring [Shutterstock]

1. Mengurangi tingkat konsentrasi ke jalan raya

  • Memang bagi sebagian orang, mendengarkan musik selagi berkendara akan membuat tubuh lebih rileks dan fokus di jalan. Namun hal ini tak berlaku pada orang-orang yang mudah terdistorsi konsentrasinya.
  • Alih-alih membuat lebih fokus pada jalan raya, mendengarkan musik justru membuat kehilangan fokus hingga menyebabkan terjadinya kecelakaan lalu lintas.
  • Pengendara perlu memahami diri sendiri. Apakah termasuk orang yang mudah terganggu konsentrasinya atau biasa-biasa saja.

2. Risiko tidak mendengar klakson dari pengendara lain

  • Bunyi klakson pada kendaraan sering diidentikkan sebagai cara berkomunikasi antarpengendara. Misalnya, ketika ingin menyalip kendaraan yang ada di depan. Bisa menekan klakson untuk memberikan pertanda akan mendahului mereka.
  • Jika pengendara di depan Anda mendengarkan suara klakson, biasanya mereka akan sedikit menepi dan membuka jalan.
  • Bayangkan jika pengendara di depan menggunakan headset di telinganya. Bunyi klakson mungkin tak akan terdengar oleh mereka. Alhasil, hal ini meningkatkan risiko terjadinya kecelakaan.

3. Kabel headset yang panjang cukup merepotkan

  • Salah satu kendala dari penggunaan headset saat berkendara motor adalah kabelnya yang cukup panjang. Jika tidak mengenakannya dengan tepat, bisa mengganggu fokus selama berkendara.
  • Bisa saja kabel menyangkut ke lengan atau tangan hingga menyebabkan kehilangan kendali dan keseimbangan.
  • Jika sudah demikian, sudah dapat dipastikan risiko paling buruk adalah jatuh dan menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait