Menteri LHK Bantah Banjir Besar Kalsel Akibat Hutan Rusak, Lalu karena Apa?

Menurut Siti, Kementerian LHK terus bekerja keras mengurangi areal tidak berhutan di kawasan DAS Barito Kalsel

Bangun Santoso | Ria Rizki Nirmala Sari
Kamis, 21 Januari 2021 | 08:41 WIB
Menteri LHK Bantah Banjir Besar Kalsel Akibat Hutan Rusak, Lalu karena Apa?
Ilustrasi banjir di Kalimantan. (BPBD)

Pernyataan Siti itu juga sekaligus meluruskan adanya simpang siur informasi dengan banyak data yang tidak valid disebarkan beberapa pihak.

"KLHK selaku pemegang mandat walidata pemantauan sumberdaya hutan, menjelaskan, penyebab banjir Kalsel anomali cuaca dan bukan soal luas hutan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito wilayah Kalsel," kata Siti.

Politikus Partai Nasional Demokrat (Nasdem) ini menjelaskan, terjadinya peningkatan delapan hingga sembilan kali lipat curah hujan dari biasanya sejak 9 hingga 13 Januari 2021.

Curah hujan yang sangat tinggi tersebut menyebabkan air yang masuk ke sungai Barito mencapai 2,08 miliar meter kubik.

Baca Juga:Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar Bantah Banjir Kalsel karena Hutan Gundul

Selain itu, daerah-daerah yang mengalami banjir berada pada titik pertemuan dua anak sungai yang cekung dan morfologinya merupakan meander serta fisiografinya berupa tekuk lereng (break of slope). Itu menyebabkan terjadinya akumulasi air dengan volume yang besar.

Siti juga mengungkapkan faktor lainnya yakni perbedaan tinggi hulu dan hilir yang sangat besar. Sehingga suplai air dari hulu dengan energi dan volume yang besar menyebabkan waktu konsentrasi air berlangsung cepat dan menggenangi dataran banjir.

"Ini sekaligus meluruskan pemberitaan beberapa informasi yang keliru dan menyebar massif di tengah situasi bencana. Terlebih lagi metode analisis kawasan hutan yang digunakan tidak sesuai standard dan tidak dengan kalibrasi menurut metode resmi yang dipakai," cuitnya.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini