alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

5 Terduga Teroris Dibekuk di Aceh, Diduga Jaringan Bom Polrestabes Medan

Chandra Iswinarno Sabtu, 23 Januari 2021 | 16:19 WIB

5 Terduga Teroris Dibekuk di Aceh, Diduga Jaringan Bom Polrestabes Medan
Ilustrasi Densus 88. [Antara/Rony Muharrman]

Mereka diduga jaringan pengebom Polrestabes Medan dan jaringan teroris Riau.

SuaraSumut.id - Lima orang terduga teroris dibekuk Densus 88 Antiteror di wilayah Aceh selama sepekan. Mereka diduga jaringan pengebom Polrestabes Medan dan jaringan teroris Riau.

"Kelimanyadiduga terlibat dalam jaringan Bom Polrestabes Medan, dan juga terlibat dalam pembuatan bom jaringan teroris yang ditangkap di wilayah Riau," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Winardy, dalam keterangan tertulis, Sabtu (23/1/2021).

Kelimanya, yaitu RA (41), SA alias S (30), UM alias AZ alias TA (35), SJ alias AF (40) dan MY (46) diamankan dibeberapa lokasi.

"Penangkapan berlangsung di empat lokasi terpisah," ujarnya.

Baca Juga: Bagi Teroris, Polisi Halal Diserang, Agama Komjen Listyo Sigit Jadi Sorotan

Mereka berencana membuat bom yang akan digunakan untuk aksi teror di wilayah Aceh. Selain itu, berencana berangkat ke Afghanistan untuk bergabung dengan kelompok Daulah ISIS.

Barang Bukti yang berhasil diamankan berupa bahan pembuat bom, yakni 1 Kg Pupuk Kalium Nitrat, 250 gram The Organic Stop Actived Charcoal (Bubuk Arang Aktif), 1 botol (2000 pcs) peluru gotri silver cosmos 6mm, beberapa potongan pipa besi sebagai alat pembuatan dan isi Bom.

Selain barang-barang tersebut, pihaknya juga berhasil mengamankan sejumlah dokumen. Di antaranya buku catatan sebagai penyampaian pesan yang berisi ancaman terhadap TNI/Polri, pemerintah pusat dan pemerintah Aceh.

"Paspor-paspor milik terduga teroris juga ditemukan untuk melaksanakan Hijrah ke Khurasan, Afghanistan. Beberapa buku kajian ISIS dan tauhid serta compact disk dan flasdisk," ungkapnya.

Ada juga 6 unit HP yang digunakan terduga teroris untuk berkomunikasi dengan jaringan dan kelompok teror lainnya.

Baca Juga: Jika Jadi Kapolri, Komjen Listyo Sigit Bisa Jadi Sasaran Teroris

"Termasuk alat-alat digunakan dalam proses idad (latihan fisik persiapan aksi teror) berupa samsak tinju, besi dan busur panah, beberapa barbel besi," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait