Dari informasi dihimpun wartawan, adapun korban dalam peristiwa bentrok ini yakni dua orang petugas dari SPBU, bernama Armanta Sembiring, dan Agus, serta seorang aparat desa setempat bernama Nalsalih Guru Singa.
Dari ketiga korban tersebut, Armanta Sembiring merupakan korban yang mengalami luka terparah, kepala pecah hingga mengucurkan darah. Ketiganya telah menjalani perawatan di Puskesmas terdekat.
Salah seorang petugas SPBU, Rio menceritakan keributan bermula ketika sejumlah gerombolan orang datang dari arah hotel tempat diselenggarakannya KLB ke arah Jalan Medan-Berastagi.
"Kami dari SPBU menjaga jalan supaya jangan ada yang masuk ke dalam membuat kericuhan," ungkapnya.
Baca Juga:Bentrok Sesama Kader Demokrat karena KLB, Warga dan Aparat Desa Jadi Korban
Rio mengatakan, massa pendukung KLB bersikeras masuk ke dalam SPBU karena ada massa yang menolak KLB sedang beristirahat di dalam SPBU.
"Lalu, massa berupaya mengejar dengan cara menendang plank pembatas SPBU," bebernya.
Meski mereka berupaya menghalangi, Rio mengatakan massa pendukung KLB yang datang menyerang berupaya masuk ke areal SPBU tempat massa Demokrat Sumut berada. Akibatnya tiga orang mengalami luka-luka dan dilarikan ke Puskesmas.
Ketua DPC Partai Demokrat Medan Burhanuddin Sitepu mengatakan dalam bentrokan tersebut belum ada laporan dari pihak mereka menjadi korban.
"Dari pihak kita tidak ada, dari masyarakat tadi ada yang kepalanya luka," sebutnya.
Baca Juga:Dihadiri Para Mantan Kader, DPD Partai Demokrat Sumsel Tolak KLB