alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Pidato Perdana Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Versi KLB: Inilah Demokrasi

Suhardiman Jum'at, 05 Maret 2021 | 23:48 WIB

Pidato Perdana Moeldoko Jadi Ketum Demokrat Versi KLB: Inilah Demokrasi
Ketua Umum Demokrat Versi KLB Moeldoko [Suara.com/Muhlis]

Moeldoko hadir untuk memberikan pidato politik pertamanya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB

SuaraSumut.id - Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB), Moeldoko tiba di Hotel The Hill Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Moeldoko tiba di lokasi diselenggarakannya KLB Partai Demokrat, pada Jumat (5/3/2021) sekitar pukul 21.30 WIB. Kehadirannya disambut sejumlah politikus dan kader yang ada di lokasi.

Moeldoko hadir untuk memberikan pidato politik pertamanya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat versi KLB. Ia mengaku, siap memimpin Partai Demokrat yang demokratis, terbuka dan modern.

"Karena kalian sudah mempercayakan saya untuk memimpin partai ini, maka saya nyatakan akan siap memimpin Partai Demokrat yang demokratis, terbuka dan modern," kata Moeldoko.

Baca Juga: Evos Esports Bermitra dengan Agensi Digital HCN

Moeldoko menyampaikan alasannya menanyakan keseriusan para kader saat mendapat kabar telah terpilih sebagai Ketua Umum DPP Partai Demorat untuk memastikan komitmen kader untuk membangun Demokrat.

Sebagai seorang pemimpin tugasnya memberikan semangat kepada bawahannya. Sebab tanpa bawahan maka pemimpin tidak ada apa-apanya.

"Saya mengajak keseluruh kader Demokrat untuk bersama-sama berjuang untuk meraih kembali kejayaan. Tidak ada yang tertinggal, semuanya kita bersatu padu kita ajak semua. Ini adalah rumah besar kita bersama," ujarnya.

Moeldoko mengapresiasi terselenggaranya KLB dengan semangat demokrasi dan cita-cita luhur, mewujudkan kejayaan Partai Demokrat. Meski pun ada perbedaan pilihan namun tetap dalam satu kekuatan.

"Saya sangat menghargai perbedaan pendapat yang terjadi dalam KLB ini," ungkapnya.

Baca Juga: B Duck Muncul di PUBG Mobile, Ngapain Ya?

"Inilah sebuah demokrasi. Saya sama sekali tidak punya kekuatan untuk memaksa saudara-saudara sekalian untuk memilih saya. Saya tida punya kekuatan untuk itu. Tapi semua lahir dari sebuah keyakinan, karena Alhamdulillah ini adalah sebuah kekuatan," cetusnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait