alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Kembali Berulah! KKB Bakar Gedung Sekolah dan Rusak Akses Jalan

Suhardiman Selasa, 04 Mei 2021 | 12:08 WIB

Kembali Berulah! KKB Bakar Gedung Sekolah dan Rusak Akses Jalan
Aparat mengejar KKB di Intan Jaya [Antara]

Ada juga kelompok bersenjata lainnya mengawal di pinggir jalan untuk mengamankan para simpatisan-nya yang bekerja melakukan pengrusakan fasilitas umum tersebut.

SuaraSumut.id - Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) kembali berulah. Mereka membakar sejumlah fasilitas umum. Pembakaran dilakukan di sejumlah wilayah Kabupaten Puncak, Provinsi Papua, sejak 2 hingga 3 Mei 2021.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Ahmad Mustofa Kamal mengatakan, fasilitas yang dibakar dan dirusak , yaitu lima ruang kelas SD Mayuberi, rumah dinas guru, gedung lama Puskesmas Mayuberi. KKB juga merusak fasilitas Jembatan Kimak, Jalan Tagaloa dan Jalan Wuloni (pintu angin).

Peristiwa itu diketahui setelah seorang warga bernama Joni Elatotagam datang melapor ke Kepala Distrik (Camat) Ilaga Utara di Kimak, pada Senin (3/5/2021).

"Joni Elatotagam melaporkan telah terjadi pembakaran pada Minggu (2/5) sekitar pukul 22.30 WIT. Saat berada di Kampung Uloni, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, melihat kumpulan asap hitam tebal yang berasal dari Kampung Mayuberi sekitar pukul 23.00 WIT," ujarnya.

Baca Juga: Soal Jabatan Manajer Timnas Indonesia, Raffi Ahmad Sadar Diri

Joni bergegas menuju Polres Puncak di Kota Ilaga pada Senin (3/5) untuk melaporkan situasi yang terjadi di Mayuberi.

"Ia menyampaikan bahwa ada tiga titik ruas jalan yang dirusak oleh KKB yaitu Jalan Kimak, Jalan Tagaloa dan Jalan Wuloni Pintu Angin. Jalan-jalan tersebut digali dengan kedalaman 25 sampai 40 centimeter," ujarnya.

Saat melakukan aksinya, KKB disebut membagi tugas, ada yang bertugas membakar gedung lama puskesmas dan gedung SD Mayuberi, sementara kelompok yang lain bertugas merusak tiga titik ruas Jalan Mayuberi, Jalan Kimak dan Jalan Wuloni.

Ada juga kelompok bersenjata lainnya mengawal di pinggir jalan untuk mengamankan para simpatisan-nya yang bekerja melakukan pengrusakan fasilitas umum tersebut.

"Menurut laporan Bapak Joni Elatotagam, ada banyak sekali simpatisan KKB yang membantu melakukan pembakaran gedung sekolah dan puskesmas serta pengrusakan fasilitas jalan," ungkap-nya.

Baca Juga: Total Rp40,1 Miliar untuk Bayar THR ASN, Bupati, Wabup, dan DPRD Sragen

Kapolda Papua Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, pasca terjadi kasus pembunuhan dua guru di Distrik Beoga, Kabupaten Puncak pada 8 dan 9 April 2021, aparat TNI dan Polri dikirim ke Beoga untuk melakukan pemulihan keamanan sekaligus melakukan penegakan hukum terhadap pelaku penembakan dua guru tersebut.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait