8 Ribu Calon Jemaah Haji di Sumut Gagal ke Tanah Suci, Begini Penjelasan Kemenag

penundaan keberangkatan jemaah sudah berlangsung dua kali akibat pandemi Covid-19. Ada 14 ribu jemaah yang masuk daftar waiting list keberangkatan haji di tahun berikutnya.

Suhardiman
Jum'at, 04 Juni 2021 | 12:45 WIB
8 Ribu Calon Jemaah Haji di Sumut Gagal ke Tanah Suci, Begini Penjelasan Kemenag
Ilustrasi haji. [shutterstock]

SuaraSumut.id - Sekitar delapan ribuan calon jemaah haji asal Sumatera Utara (Sumut) gagal berangkat ke tanah suci Mekkah, untuk menunaikan ibadah haji 1442 Hijriah/2021 Masehi.

"Untuk di Sumatera Utara, kuota kita tujuh sampai delapan ribu jemaah," kata Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumut, Syahrul Wirda, kepada SuaraSumut.id lewat selular, Jumat (4/6/2021).

Ia mengatakan, penundaan keberangkatan jemaah sudah berlangsung dua kali akibat pandemi Covid-19. Ada 14 ribu jemaah yang masuk daftar waiting list keberangkatan haji di tahun berikutnya.

"Kalau sudah dibuka lagi, itu yang diprioritaskan (jemaah) tahun 2020," Syahrul.

Baca Juga:Pemerhati Lingkungan: Ada Kejanggalan Izin Reklamasi di Pantai Watu Dodol Banyuwangi

Sampai saat ini memang Arab Saudi belum membuka untuk haji. Kemudian, lanjut dia, informasi yang sampai di masyarakat bahwa ada 11 negara yang bisa masuk ke Arab Saudi yakni Amerika Serikat, Inggris, Irlandia, Italia, Jepang, Jerman, Prancis, Portugal, dan Swedia.

"Itu bukan untuk haji, itu kan yang bisa masuk ke Arab Saudi, bukan untuk melaksanakan haji. Untuk haji itu tak ada satupun negara yang dibuka oleh Arab Saudi," ujarnya.

Untuk itu, masyarakat perlu diberi pemahaman akan hal tersebut. Di samping sudah menjadi ketentuan Allah SWT, pemerintah lebih mengutamakan keselamatan jiwa.

"Karena di haji ini ada 3 kemampuan yang harus dilihat, pertama finansial, kedua segi keamanan pelaksanaan, dan ketiga segi kesehatan. Jadi kalau kemampuan itu tidak terpenuhi kita kan tidak wajib melaksanakan haji," ungkapnya.

Dana Haji Aman

Baca Juga:Kocak! Disuapin Kue Saat Tidur di Pesawat, Reaksi Cristiano Ronaldo Jadi Sorotan

Syahrul menerangkan, masyarakat tidak perlu khawatir karena pemerintah mengusahakan yang terbaik untuk jemaah haji.
Jika kalau ada masyarkaat yang ingin mengambil uang yang sudah disetor, pemerintah siap untuk mengembalikan.

"Kan ada kekhawatiran apakah masih ada uang haji, ada. Kalau mau ditarik kembali ya boleh," katanya.

Namun demikian, Syahrul menyarankan kepada masyarakat untuk tidak mengambil yang sudah disetorkan.

"Kalau kita sarankan jangan lah ambil uang itu. Tunggu aja nanti yang sudah menyiapkan untuk ibadah itu. Kalau tak sampe nanti kan ada kebijakan pemerintah boleh diganti dengan keluarga," katanya.

Sedangkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Medan menyampaikan menghormati keputusan pembatalan haji tahun ini.

"Inikan kebijakan bilateral antar negara, kalau memang ternyata Arab Saudi punya kebijakan terkait dengan pemberangkatan haji tahun ini ada hubungannya dengan Covid-19 atau pandemi ini ya tentu kita hormatilah sikap mereka," kata Ketua MUI Medan Dr H Hasan Maksum MAg kepada wartawan SuaraSumut.id, Kamis (3/6/2021).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Film Makoto Shinkai Mana yang Menggambarkan Kisah Cintamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Jadi Superhero, Kamu Paling Mirip Siapa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Destinasi Liburan Mana yang Paling Cocok dengan Karakter Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini