Setiap rumah sakit yang didatanginya untuk berobat selalu memberikan penjelasan yang berbeda-beda pula.
"Ada yang bilang virus kucing, ada kanker dan ada pula yang bilang penyakit turunan," ungkapnya.
Selain itu, kendala biaya menjadi hal yang dihadapi Nisa. Sehingga kedua buah hatinya kerap menahan perih kesakitan lantaran tidak lagi menjalani pengobatan. Apalagi, kata Nisa, dirinya bukan warga asali Kota Medan, melainkan perantau dari Kabupaten Mandailing Natal.
"Biaya jadi kendala, karena tidak sanggup bayar BPJS, bukan belum diurus," jelasnya.
Baca Juga:Aktivis Lingkungan Hidup Emmy Hafid Wafat Usai Dirawat di RS Pondok Indah
Saat ini ia mengaku tidak sanggup membiayai perobatan anaknya. Terlebih suaminya hanya seorang buru tani. Penghasilannya hanya cukup bagi biaya hidup dan membeli susu Zakira.
Saat ini Nisa tinggal di Medan menumpang di tempat adiknya untuk meminta bantuan.Namun bantuan juga tidak kunjung dia dapat.
Dia sangat berharap ada pihak yang mau membantu anaknya. Salah satu harapannya kepada Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi.
"Saya harap, bisa dilihat bapak gubernur, karena saya pribadi di Kabupaten Mandailing nggak ada respon dari pemerintahnya. Harapannya saya bapak gubernur bantu kesembuhan anak ini," pungkasnya.
Kontributor : Muhlis