alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu Jenguk Korban Ditembak Perampok Toko Emas di Medan

Suhardiman Minggu, 29 Agustus 2021 | 06:35 WIB

Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu Jenguk Korban Ditembak Perampok Toko Emas di Medan
Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu menjenguk korban ditembak perampok toko emas di Medan. [Ist]

Bobby juga memberikan santunan untuk meringankan beban keluarga.

SuaraSumut.id - Wali Kota Medan Bobby Nasution menjenguk korban yang ditembak perampok toko emas di Pasar Simpang Limun, Medan. Bobby datang bersama istrinya Kahiyang Ayu.

Korban Julianus Simanungkalit dirawat di Rumah Sakit Bhayangkara Jalan Wahid Hasyim Medan Sabtu (28/8/2021).

"Tetap semangat, dan kami doakan agar Bapak Julianus cepat sehat," katanya.

Bobby juga memberikan santunan untuk meringankan beban keluarga. Ia mengaku, langkah Julianus dianggap berani karena berusaha menggagalkan aksi perampokan itu.

Baca Juga: Pembantaian Mengerikan di Medan, Anak Bunuh Ayah dan Abang Kandung

"Kami juga mengucapkan terima kasih karena keberanian bapak yang berusaha mencegah perampokan itu," kata Bobby.

Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu menjenguk korban ditembak perampok toko emas di Medan. [Ist]
Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Kahiyang Ayu menjenguk korban ditembak perampok toko emas di Medan. [Ist]

Ahli forensik yang turut melakukan autopsi bagian luar kepada Julianus, dr Sunjik Singh mengaku, kondisi korban cukup stabil setelah mendapatkan perawatan berupa pembedahan.

"Saat ini kondisi Julianus dalam keadaan sadar dan cukup stabil. Kami sudah autopsi luar, dan dokter bedah telah melakukan operasi," katanya.

Pihak keluarga Julianus Simanungkalit juga tidak perlu merisaukan biaya perawatan. Karena seluruh biaya perawatan telah digratiskan oleh pihak Rumah Sakit Bhayangkara tingkat 2 Kota Medan. 

Hal itu dibenarkan oleh kepala Rumah Sakit Bhayangkara tingkat 2 Kota Medan AKBP Nelson.

Baca Juga: Persita Gulung Persipura, Widodo Bongkar Kunci Kemenangan

"Pasien sempat ditolak oleh dua rumah sakit karena tidak ada ahli bedah yang mampu menangani. Akhirnya pasien atas nama bapak Julianus dirawat di sini dan sudah dilakukan tindakan operasi. Kami tegaskan bahwa pasien tidak dikutip biaya sepeserpun," kata AKBP Nelson.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait