Mengenal Rumah Adat Sumatera Utara dan Perbedaan Arsitekturnya

Rumah adat khas Sumatera Utara memiliki ciri dan coraknya masing-masing yang merepresentasikan wilayahnya.

Chandra Iswinarno
Selasa, 31 Agustus 2021 | 05:00 WIB
Mengenal Rumah Adat Sumatera Utara dan Perbedaan Arsitekturnya
Rumah Adat Karo. [https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/]

Memiliki bangunan setinggi 12 meter, rumah adat ini ternyata dibangun tanpa menggunakan paku. Namun jangan khawatir, terdapat 16 tiang yang penyangga yang bersandar pada batu-batu penyangga bangun ini sehingga menjadi kuat.

Selain itu, di bagian atapnya dibuat dari ijuk hitam yang diikat pada keranga anyaman bambu. Sementara lantainya terbuat dari kayu yang dirangkai dengan apik sehingga menempel satu sama lain.

5. Rumah Adat  Pakpak

Ilustrasi Rumah Pakpak. [https://www.parawisata.net/]
Ilustrasi Rumah Pakpak. [https://www.parawisata.net/]

Namanya memang terdengar asing bagi yang belum mengetahui rumah adat satu ini. Bentuk khas bangunan yang terbuat dari kayu dan atapnya dari ijuk.

Baca Juga:5 Rumah Adat Sulawesi Selatan, Lengkap Dengan Filosofinya

Disebut sebagai Jerro karena menggambarkan budaya Pakpak yang khas dalam setiap bangunannya. Karakteristik dan bentuknya tak jauh beda dengan rumah adat lainnya.

6. Rumah Adat Nias

Rumah Adat Nias Omo Zebua. [https://museum-nias.org/]
Rumah Adat Nias Omo Zebua. [https://museum-nias.org/]

Berbicara mengenai Rumah Adat Nias, ternyata ada dua macam yakni, Omo Zebua yang biasanya dihuni bangsawan serta petinggi adat. Kemudian Omo Hada yang dihuni oleh masyarakat biasa.

Rumah Adat Nias ini memiliki keunikan, karena pada bagian dasarnya tidak ditanam ke dalam tanah. Kemudian terdapat dua bagian yaitu bagian depan, untuk menerima tamu dan bagian belakang untuk tempat tinggal keluarga. di bagian depan rumah diletakkan patung sebagai simbol penjagaan dari roh jahat.

Itulah keanekaragaman dengan ciri khas dan keunikan rumah adat Sumatera Utara yang harus kamu ketahui. Tentunya perlu dilestarikan dan dijaga agar nilai budaya yang terkandung tidak pudar ya! [Elisa Naomi Hutapea]

Baca Juga:Sulah Nyanda, Rumah Adat Banten Dibangun Dengan Syarat Tak Merusak Alam

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini