alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tuntut Kepala Dinas Minta Maaf, Emak-emak Geruduk Disdik Aceh

Suhardiman Selasa, 28 September 2021 | 15:08 WIB

Tuntut Kepala Dinas Minta Maaf, Emak-emak Geruduk Disdik Aceh
Emak-emak Geruduk Disdik Aceh. [ANTARA]

Aksi ini merupakan buntut dari pernyataan kadisdik yang dinilai tidak pantas terkait vaksinasi terhadap siswa.

SuaraSumut.id - Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Aceh, digeruduk puluhan emak-emak, Selasa (28/9/2021). Mereka menuntut Kepala Disdik Aceh Alhudri dan Sekda Aceh minta maaf kepada kepala sekolah.

Aksi ini merupakan buntut dari pernyataan kadisdik yang dinilai tidak pantas terkait vaksinasi terhadap siswa.

Dalam aksi mereka membentangkan spanduk bertuliskan Alhudri dan Sekda Aceh harus meminta maaf kepada seluruh kepala sekolah di Aceh, serta untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Spanduk lainnya juga bertuliskan KPK "Tolong periksa Alhudri selama massa Covid-19 kekayaannya nambah.

"Kami adalah wali murid yang anak juga bersekolah. Pernyataan itu tidak layak disampaikan oleh seorang pejabat kepala dinas," kata pengunjuk rasa bernama Yulinda Wati, melansir Antara.

Baca Juga: Golkar Setuju dengan Pemerintah, Penyelenggaraan Pemilu Tanggal 15 Mei 2024

Sebelumnya, Kadis Pendidikan Aceh Alhudri mengultimatum kepala sekolah SMA/SMK dan SLB di wilayah itu mengundurkan diri dari jabatan apabila cakupan vaksinasi siswa masih rendah.

"Ini saya tegaskan kepada kepala sekolah SMA, SMK dan SLB, jika tidak mampu maka saya persilakan mundur saja," kata Alhudri.

Ia memberi batas waktu percepatan vaksinasi siswa hingga 30 September 2021. Jika hingga batas waktu vaksinasi tidak mampu disukseskan, maka dia mempersilahkan kepala sekolah untuk mengundurkan diri.

Selain itu, pihaknya juga menuntut soal pernyataan Sekda Aceh Taqwallah terkait sekolah yang tidak melaksanakan vaksin maka dana bos akan dihentikan.

Yulinda mengaku, saat ini semua orang sedang melakukan upaya untuk menyadarkan masyarakat terkait pentingnya vaksinasi Covid-19.

Baca Juga: Sudah Dibuka, Berikut 5 Tips Aman Nonton Bioskop saat Pandemi

"Akan tetapi jika bahasa yang dikeluarkan seperti itu, maka akan ada penolakan di masyarakat. Ini memicu konflik masyarakat dengan kepala sekolah," jelasnya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait