800 Pelajar di Sumut Tak Lanjutkan Sekolah, Begini Kata PKPA

seharusnya hal itu dapat dicegah melalui pemantauan dari berbagai pihak.

Suhardiman
Rabu, 29 September 2021 | 11:46 WIB
800 Pelajar di Sumut Tak Lanjutkan Sekolah, Begini Kata PKPA
Ilustrasi Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kutim. [kaltimtoday.co]

SuaraSumut.id - Sebanyak 800 pelajar di Sumatera Utara (Sumut) tidak lagi melanjutkan sekolah saat pembelajaran tatap muka (PTM) kembali dimulai.

Direktur Pusat Kajian dan Perlindungan Anak (PKPA) Sumut, Keumala Dewi menyayangkan hal tersebut. Ia mengaku, seharusnya hal itu dapat dicegah melalui pemantauan dari berbagai pihak.

"Untuk anak yang sudah bekerja atau menikah, pemerintah seharusnya bisa memastikan pendidikan mereka melalui pendidikan paket. Hal ini bisa disesuaikan dengan waktu dan kondisi anak," katanya, melansir digtara.com--jaringan suara.com, Rabu (29/9/2021).

Ia berharap, pemerintah Sumatera Utara, khususnya kepada Kadis Pendidikan agar anak-anak yang putus sekolah harus tetap mendapatkan pendidikan, karena itu adalah hak mereka dapat mengenyam bangku sekolah.

Baca Juga:Menteri ATR/Kepala BPN Ingatkan Pentingnya Prestasi, Kompetensi, dan Reputasi

"Jangan sampai benar-benar sampai terputus akses dan hak anak untuk mendapat pendidikan, karena sistem pendidikan kita memberikan alternatif melalui program kejar paket," katanya.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara, Syaifuddin mengatakan, ada beragam faktor membuat mereka berhenti, seperti terlalu lama libur atau belajar online, ada yang sudah bekerja.

"Ada juga yang sudah menikah, kalau ditotal alasan itu jumlahnya mencapai 800 pelajar," katanya, melansir Antara, Selasa (28/9/2021).

Meksi sudah menerapkan PTM, kata Syaifuddin, pihaknya tetap hati-hati agar tidak memicu terjadinya klaster baru penyebaran Covid-19. Beberapa kebijakan sudah dirumuskan dalam instruksi Gubernur Sumatera Utara terkait aturan-aturan dalam PTM tersebut.

"Selain protokol kesehatan yang ketat, kantin sekolah juga belum bisa dibuka. Vaksinasi terhadap guru dan siswa juga terus kita lakukan," katanya.

Baca Juga:Sejarah Kawasan Industri Cikarang

Dirjen PAUD-Dikdas dan Dikmen Kemendikbud Ristek RI, Jumeri mengaku, perlu kerjasama antara jajaran pemerintah hingga pihak sekolah dalam melakukan tindakan pencegahan penyebaran Covid-19.

"Kerjasama kita semua dalam menerapkan protokol kesehatan menjadi sebuah keharusan," katanya.

Ia menjelaskan, PTM menjadi hal yang penting mengingat munculnya fenomena pengurangan siswa selama pembelajaran jarak jauh akibat pandemi Covid-19.

"Ada yang mereka putus sekolah karena keasyikan bekerja dapat duit dan banyak faktor lain," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini