alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Tak Bisa Melaut Gegara BBM Langka, Nelayan di Asahan Kibarkan Bendera Putih

Suhardiman Jum'at, 15 Oktober 2021 | 19:58 WIB

Tak Bisa Melaut Gegara BBM Langka, Nelayan di Asahan Kibarkan Bendera Putih
Awalludin Samosir, nelayan di Asahan, Sumatera Utara, kibarkan bendera putih karena BBM langka. [Ist]

Ia berharap, situasi kembali normal, sehingga mereka bisa melaut seperti biasanya.

SuaraSumut.id - Nelayan di Desa Silo Baru, Silau Laut, Asahan, Sumatera Utara, mengibarkan bendera putih. Pasalnya, mereka tak bisa melaut karena bahan bakar minyak (BBM) jenis solar langka.

"Banyak dari kami yang libur melaut karena BBM langka. Makanya kami mengibarkan bendera putih ini," ungkap salah seorang nelayan, Awalludin Samosir, Jumat (15/10/2021).

Ia berharap, situasi kembali normal, sehingga mereka bisa melaut seperti biasanya.

"Kalau BBM ini tidak susah, kami bisa melaut seperti biasa dan pulang hari. Tapi saat ini kami kesulitan mendapatkan BBM. Kadang dua hari baru ada," katanya.

Baca Juga: Bantu Rachel Vennya Kabur dari Karantina, Oknum TNI Dinonaktifkan dari Satgas Bandara

Jika BBM tersedia, kata Awalluddin, harus merogoh kocek yang dalam. Pasalnya, harga BBM jenis solar naik. Penyebabnya pembelian dengan jeriken dibatasi.

"Terlalu mahal harganya. Jarak SPBU dari sini jauh, sekitar 20 km. Jadi kami selalu beli minyak dari along-along. Sementara mereka terkendala mendapatkan minyak karena razia," katanya.

Kondisi seperti ini sudah berlangsung selama satu bulan. Selama ini mereka bergantung pada along-along dan SPBU Air Joman.

"Kami 500 lebih nelayan di sini bergantung pada SPBU di Air Joman. Jadi kalau ada kesulitan di sana, kami gak bisa melaut. Kami gak punya ladang, laut inilah nelayan kami," tandasnya.

Selain jarak SPBU yang jauh, di daerah mereka juga tidak ada stasiun pengisian bahan bakar khusus nelayan (SPBN).

Baca Juga: Profil Rene Meulensteen, Eks Asisten Sir Alex Ferguson Kini Bersama Timnas Australia U-23

Sebelumnya, Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Taufikurachman mengatakan, terjadi kenaikan konsumsi BBM seiring level PPKM yang menurun.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait