alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Masak Martabak, Massa Demo Peringati Hari Antikorupsi di Kantor Gubernur Sumut

Suhardiman Kamis, 09 Desember 2021 | 14:26 WIB

Masak Martabak, Massa Demo Peringati Hari Antikorupsi di Kantor Gubernur Sumut
Massa menggelar aksi demo memperingati Hari Antikorupsi Sedunia di Kantor Gubernur Sumut. [Ist]

Diketahui, saat ini Sumatera Utara menempati peringkat kedua provinsi terkorup di Indonesia.

SuaraSumut.id - Massa menggelar aksi demo di depan Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Medan, memperingati Hari Antikorupsi Sedunia, Kamis (9/12/2021). Massa datang membawa spanduk. Mereka juga memasak martabak  selama aksi demo berlangsung.

Salah seorang massa aksi, Indra Mingka mengatakan, aksi memasak martabak dilakukan sebagai bentuk perumpamaan atas moto "Sumut Bermartabat" yang digaungkan Gubernur Sumut Edy Rahmayadi.

"Martabak ini bentuknya tamsilan (perumpamaan). Kita membuat pressure yang bermakna Sumut Bermartabat itu memang harus terwujud dengan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Sekurang-kurangnya peningkatan pelayanan yang lebih baik, provinsi terkorup berkurang," katanya.

Diketahui, saat ini Sumatera Utara menempati peringkat kedua provinsi terkorup di Indonesia.

Baca Juga: Langgar Prokes dan Picu Klaster, Sri Sultan Bakal Tutup Paksa Destinasi Wisata Tak Taat

"Jika semakin lama rakyat tidak merasakan kemajuan, pelayanan yang lebih baik, maka samalah dia kayak martabak ini," katanya.

Hal senada juga disampaikan, Gerson Siringo-ringo dari LSM Wadah Generasi Anak Bangsa Sumut.

"Kenapa kita buatkan simbolis martabak sebenarnya gini, sekarang moto dari Sumatera Utara itu kan bermartabat," ujarnya.

Ia mengaku, moto yang digaungkan itu belum sepenuhnya terwujud. Untuk itu, massa mempelesetkan moto Sumut Bermartabat dengan martabak.

"Karena sekarang Sumatera Utara peringkat kedua terkorupsi, kenapa itu sampai kita buatkan (martabak), itulah filosofinya," tandasnya.

Baca Juga: Kepala Puskesmas Wawondula Luwu Timur Dituntut Ganti Rugi Rp2 Miliar

Inspektorat Pemprov Sumut menjumpai massa aksi dan menerima pernyataan sikap massa aksi. Usai menyampaikan aspirasinya, massa aksi membubarkan diri dengan tertib.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait