"Abis subuh mereka ribut lagi," katanya.
Asmawito yang mendapat laporan turun ke lokasi bersama dengan kepala dusun setempat.
"Kita di situ dengan beberapa kepala dusun. Selanjutnya kita berkoordinasi dengan Polsek," ujarnya.
Dirinya mengaku kesulitan saat membubarkan ratusan kawanan geng motor. Bahkan dirinya juga mendapat pengancaman.
Baca Juga:Link Live Streaming Thailand vs Vietnam, Leg Kedua Semifinal Piala AFF 2020
"Kita membubarkan ratusan orang agak sulit juga, kita sendiri juga diancam mau dipanah, mau diklewang. Tapi kita wajib melerai," ungkapnya.
Akhir-akhir ini aksi kawanan geng motor itu kerap membuat keresahan di seputaran Desa Saentis.
"Tidak ada yang mereka perebutkan, cuma hobi aja, mereka mencari pelaku pelaku lainnya, mencekam tadi kayak gengster mereka," jelasnya.
Salah seorang warga bernama Cenil (56) mengaku sudah sangat resah akibat adanya kawanan geng motor itu.
"Kalau sudah dengar suara knalpot meraung-raung, udah mulai lah mereka mulai tawuran," katanya resah.
Baca Juga:Tak Sampai 50, Populasi Pesut Mahakam di Kaltim Sisa 41 Ekor
Cenil tidak habis pikir apa yang diperebutkan geng motor hingga nekat membuat keonaran.