facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Wali Kota Medan Bobby Nasution Temukan Obat Kadaluwarsa Saat Tinjau Vaksinasi SD

Suhardiman Kamis, 17 Februari 2022 | 11:30 WIB

Wali Kota Medan Bobby Nasution Temukan Obat Kadaluwarsa Saat Tinjau Vaksinasi SD
Wali Kota Medan Bobby Nasution. [Ist]

Bobby mengamati proses vaksinasi terhadap siswa SD.

SuaraSumut.id - Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau pelaksanaan vaksinasi siswa SD Negeri di Jalan Brigjen Katamso, Medan, Rabu (16/2/2022).

Bobby mengamati proses vaksinasi terhadap siswa SD. Bobby sempat berdialog dengan orang tua siswa dan guru.

Selain itu, Bobby juga mendapati salah satu obat yang berada di ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) sudah kadaluwarsa, sehingga berbahaya bagi kesehatan anak-anak jika dikonsumsi.

Ketika dipertanyakan kepala sekolah menyangkal dan bersikukuh menyatakan obat tersebut baru.

Baca Juga: 8 Pesona Sarah Samantha Sepupu Zaskia Sungkar, Pernah Dijodohkan dengan Verrel Bramasta

"Kalau obat ini baru tidak mungkin sudah kadaluarsa. Tolong diperhatikan karena akan berbahaya bagi kesehatan anak-anak. Kebersihan ruang UKS juga diperhatikan. Saya minta ini agar di evaluasi betul-betul," kata Bobby.

Bobby juga mengecek kondisi toilet yang ada di sekolah itu dan menemukan toilet yang kotor bahkan air tidak ada. Hal ini disebabkan aliran air bersih tidak berfungsi serta ruang kelas yang sangat berdebu dan kotor.

"Ini gimana toiletnya bisa kotor dan tidak ada airnya. Tolong diperhatikan ini, kasian anak-anaknya. Begitupun dengan ruang kelasnya," katanya.

Kepala Bagian Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran UMSU Dr dr Humairah Medina Liza Lubis mengatakan, obat kadaluwarsa dapat berisiko dan cenderung akan mengalami fase degradasi yang menyebabkan khasiat obat akan mengalami kemunduran.

Efektivitas obat untuk menyembuhkan penyakit tentu saja semakin berkurang dan kemungkinan sembuh juga sangat kecil.

Baca Juga: Segerombolan Pemuda di Cibubur Konvoi Motor di Jalan Sambil Tenteng Pedang, Videonya Viral!

"Beberapa jenis obat berisiko ditumbuhi bakteri dan antibiotik dapat gagal mengobati infeksi, bahkan dapat menyebabkan penyakit yang lebih serius dan resistensi," katanya.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait