SuaraSumut.id - Wali Kota Medan Bobby Nasution murka karena ada anak buahnya yang tidak turun saat wilayahnya dilanda banjir. Bobby meminta agar 'membuang' anak buahnya yang tidak mau bekerja tersebut.
"Saya ingin menyampaikan rasa luar biasa kepada Dinas PU. Ada beberapa Kepala UPT yang gak mau hadir, alasannya hujan masih deras," kata Bobby, dilihat dari akun Facebooknya, Kamis (3/3/2022).
Sebagai pelayan masyarakat, kata Bobby Dinas PU harusnya lebih tanggap dengan mengidentifikasi titik-titik genangan banjir, bukan malah santai.
![Wali Kota Medan Bobby Nasution. [Ist]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2022/02/28/71294-bobby-nasution.jpg)
"Kalau kalian ini dinas PU belum bisa mengindentifikasi, minimal kalau ada gelagat genangan turunlah. Ini kalian tenang aja semuanya. Biar tau, ini KUPT duduk-duduk, alasan hujan lagi," kata Bobby.
Baca Juga:Kamera Tilang Elektronik di Jalan Tol Trans Sumatera untuk Tingkatkan Kesadaran Lalu-lintas
Bobby sempat bertanya kepada Kepala Dinas PU siapa petugas yang tidak turun dengan alasan hujan.
"Siapa yang alasan hujan tadi malam pak Kadis? Lagi jalan ke mana bapak, saya dua jam di situ Pak," kata Bobby.
"Nama-nama yang sudah dicatat tadi malam, hari ini langsung diberhentiin aja yang gak mau kerja gitu," katanya.
Dalam narasinya, sebagai pelayan masyarakat, Pemkot Medan harus selalu siaga terhadap berbagai persoalan yang dialami masyarakat.
"Sebagai pelayan bagi masyarakat, kita harus selalu siaga dalam menanggapi persoalan di kota Medan, terlebih persoalan banjir. Bagi yang tidak mau bekerja, ganti saja!" tulisnya.
Baca Juga:Ucapkan Selamat Hari Raya Nyepi, Wamenag: Jadikan Agama Sebagai Sumber Inspirasi
Diketahui, Wali Kota Medan Bobby Nasution turun ke lapangan hingga Senin (28/2/2022) pukul 03.30 WIB.
Bobby Nasution mengajak Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kota Medan Topan OP Ginting turut serta agar melihat langsung kondisi di lapangan.
Tampak sejumlah jalan di sejumlah kecamatan dikunjungi. Mulai dari Medan Amplas, Medan Johor, Petisah, dan lainnya.
Banjir diakibatkan parit yang tidak mampu menampung debit air yang tinggi akibat curah hujan.