Mengenang Sosok Ponirin Meka, Kiper Lengendaris Timnas Indonesia dan PSMS Medan Berjuluk "Si Tangan Emas"

Ponirin mulai tertarik bermain sepak bola sejak masih anak-anak.

Suhardiman
Selasa, 12 April 2022 | 17:52 WIB
Mengenang Sosok Ponirin Meka, Kiper Lengendaris Timnas Indonesia dan PSMS Medan Berjuluk "Si Tangan Emas"
Ponirin Meka kiper legendaris di Timnas Indonesia dan PSMS Medan. [Ist]

SuaraSumut.id - Kepergian Ponirin Meka, mantan kiper legendaris Timnas dan PSMS Medan menyisakan duka mendalam bagi pesepak bola tanah air, khususnya Sumatera Utara (Sumut).

Ponirin Meka meninggal dunia, Minggu (10/4/2022). Ponirin tutup usia 66 tahun.  Lalu bagaimana sepak terjang Ponirin saat masih bermain di lapangan?

Pemerhati PSMS Medan Indra Efendi Rangkuti mengatakan, kiprah gemilang Ponirin saat menjadi pemain sepak bola begitu membekas bagi warga Sumut. Perjalanan panjang kiper yang dijuluki "Si Tangan Emas" dari kecil hingga menjadi legenda sepak bola.

Ponirin merupakan pemain sepak bola kelahiran Sei Merah, Tanjung Morawa. Ponirin mulai tertarik bermain sepak bola sejak masih anak-anak.

Baca Juga:Temui Ketua DPRD DKI, Riza Patria Minta Taufik Segera Dicopot dari Pimpinan Dewan

"Ponirin memang hobi bermain bola dengan mengumpulkan bungkus daun pisang yang digulung untuk menjadi bola," katanya kepada SuaraSumut.id, Selasa (12/4/2022).

Ponirin muda lalu bergabung dengan klub amatir binaan Lonsum, yaitu PSSD yang merupakan klub anggota PSDS Deli Serdang pada 1976.

"Setahun kemudian dirinya dipanggil untuk memperkuat PSDS sebagai kiper utama dalam kompetisi Divisi I Perserikatan PSSI," kata Indra yang merupakan Staf Tax Centre USU ini.

Kemampuannya yang gemaling membawa Ponirin ke Medan untuk bergabung dengan klub anggota PSMS, yaitu PS Kinantan. Dirinya bergabung bersama rekan seangkatannya, yaitu Suimin Diharja dan Nazaruddin yang diasuh oleh pelatih Tengku Azwani. Setahun kemudian Ponirin Meka pindah ke Medan Putra.

"Di klub ini kemampuannya sebagai kiper makin mengkilap," katanya.

Bakatnya yang besar tercium oleh pengelola klub Medan Utara, yaitu M.Zein. Ponirin lalu diajak bergabung dengan klub Medan Utara pada 1979. Ponirin sukses mengangkat prestasi klub dalam kompetisi antar klub anggota PSMS Medan. Ponirin lalu mulai dipanggil memperkuat PSMS Medan dalam berbagi event dan turnamen untuk melapis kiper utama Taufik Lubis.

Baca Juga:Irma Darmawangsa Terciduk Like Unggahan Barbie Kumalasari: Settingan Habis Berapa Duit ya?

Gemilang Ponirin di Fatahillah Cup 1982

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini