SuaraSumut.id - Massa dari Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) Sumut menggeruduk outlet Holywings di Jalan Merak Jingga Medan, Rabu (29/6/2022).
Dalam aksinya massa mengutuk keras Holywings karena mengadakan promo minuman beralkohol yang mencatut nama 'Muhammad' dan 'Maria'.
Massa menilai promosi tersebut merupakan praktik bisnis nir-adab, yang mencederai perasaan umat beragama di Indonesia, khususnya di Medan.
"Tutup, tutup Holywings, tutup Holywings sekarang juga," teriak massa.
Baca Juga:149 WNI Dilaporkan Meninggal di Sabah, Pemerintah Diminta Beri Perhatian Ekstra
Saat demo berlangsung, massa mendapatkan kabar jika Holywings tersebut sudah tutup.
"Kami dapat kabar ini katanya udah tutup, gak tahu tutupnya kapan, atau cuma dua hari aja tutupnya, karena kami mau datang. Kami minta (Holywings) tutup selamanya," ujar Ketua BM PAN Sumut Mora Harahap.
Mora juga meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Holywings.
"Kami mengapresiasi permintaan maaf Holywings, tapi kami tetap meminta kepada Polri untuk mengusut tuntas, tidak hanya berhenti di enam orang tersangka yang sudah ditahan," katanya.
Massa aksi juga mendesak Pemkot Medan untuk meninjau ulang izin operasional Holywings.
Baca Juga:4 Dampak Negatif Body Shaming bagi Korban, Membuat Tidak Percaya Diri
"Sampai hari ini kita belum dengar manajemen Holywings menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat di Medan," ungkap Mora.