Polisi lantas menemukan riwayat bahwa Taylor sempat dirawat pada klinik kesehatan mental selama bertahun-tahun.
Setelah keluar dari klinik itu, ia menjalin hubungan dengan Shad. Selama berpacaran, Taylor dan Shad seringkali menghabiskan waktu sehari-hari dengan mengisap narkotika jenis sabu serta berhubungan seksual.
Menurut polisi, Taylor mengaku sempat mencekik leher Shad Thyrion. Tetapi Taylor bersikeras tidak bermaksud membunuhnya.
"Kepada penyidik, Nona Taylor mengaku mencekik hingga korban mulai batuk darah dan wajahnya berubah menjadi ungu. Tapi ia terus mencekiknya karena berpikir dirinya sudah sejauh itu."
Baca Juga:Ngeri! Diduga Depresi Karena Utang, Pria Jambi Nekat Potong Kemaluan Sendiri
Taylor dalam sesi pemeriksaan kemudian bertanya kepada tim detektif, "Apakah kalian tahu bagaimana rasa mencintai sehingga kalian membunuhnya?"
Catatan pengadilan juga menyatakan bahwa Taylor menggunakan pisau dari dapur rumah untuk memotong tubuh Thyrion.
"Pelaku memakai pisau pemotong roti karena menurutnya paling baik lantaran ujungnya bergerigi."
Dalam dokumen pengadilan juga terungkap, Taylor sempat berkata kepada tim penyidik bahwa dirinya bersenang-senang menemukan semua organ tubuh Shad yang dipotong-potong.
"Dia juga mengaku kepada tim penyidik melakukan tindakan seksual dengan mayat selama dua atau tiga jam setelah korban meninggal."
Baca Juga:Pria Lansia 63 Tahun Nekat Potong Kemaluan Sendiri Pakai Parang, Diduga karena Terlilit Utang
Jaksa dalam kasus itu menggambarkan Taylor sebagai "salah satu pelanggaran paling serius yang kami alami di daerah ini dalam beberapa waktu."