Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah Jadi 132 Orang

Saat itu korban dikategorikan luka sedang lalu dipindah ke ICU dan kondisinya memburuk.

Suhardiman
Selasa, 11 Oktober 2022 | 18:42 WIB
Korban Tewas Tragedi Kanjuruhan Malang Bertambah Jadi 132 Orang
Tembakan gas air mata ke arah tribun penonton di Kanjuruhan Malang [Foto: Twitter]

SuaraSumut.id - Korban tewas dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan bertambah. Kekinian total korban tewas menjadi 132 orang.

"Korban meninggal dunia bertambah 1 atas nama Helen Prisella," kata Kapolres Malang AKBP Putu Kholis Aryana melansir Suara.com, Selasa (11/10/2022).

Putu mengatakan, korban sebelumnya dirawat di RSU Saiful Anwar Malang. Saat itu korban dikategorikan luka sedang lalu dipindah ke ICU dan kondisinya memburuk.

"Korban meninggal sekitar pukul 14.25 WIB," ujarnya.

Baca Juga:Jangan Sampai Jadi Korban, Warga yang Tinggal di Kawasan Rawan Longsor Diminta untuk Evakuasi

Dari penjelasan dr. Syaifulloh Ghani, Sp.OT Wadiryan RSSA, kata Putu, korban terdiagnosa dengan Multiple Trauma Ekstra kranial (banyak trauma di luar kepala), Peritoneal Bleeding (Perdarahan dalam Perut) dan Sepsis (Infeksi Luas), serta sudah sempat dilakukan CRRT (Cuci Darah Insidental).

Sementara itu, korban luka tercatat sebanyak 607. Rinciannya 532 luka ringan, 49 sedang dan 26 luka berat.

Bukan Karena Gas Air Mata

Sebelumnya, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengklaim korban meninggal dalam tragedi Kanjuruhan bukan akibat gas air mata, melainkan kekurangan oksigen hingga terinjak-injak. Hal itu berdasar penjelasan ahli dan dokter spesialis.

"Dari dokter spesialis penyakit dalam, penyakit paru, penyakit THT, dan juga spesialis penyakit mata, tidak satu pun yang menyebutkan bahwa penyebab kematian adalah gas air mata," katanya.

Baca Juga:Tasya Farasya Posting Gaya Alay dengan Poni Lempar, Warganet Malah Tagih Video Klarifikasi

"Penyebab kematian adalah kekurangan oksigen, karena apa? Terjadi berdesak-desakan, trerinjak-injak, bertumpuk-tumpukan mengakibatkan kekurangan oksigen," sambungnya.

Dedi mengklaim efek gas air mata pada dasarnya hanya akan menimbulkan iritasi. Dirinya juga mengaku jika gas air mata bisa menyebabkan kematian.

"Sampai saat ini belum ada jurnal ilmiah yang menyebutkan ada fatalitas gas air mata yang mengakibatkan orang meninggal dunia," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Merek Sepatu Apa yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Karakter Utama di Drama Can This Love be Translated?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Menu Kopi Mana yang "Kamu Banget"?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Tipe Kepribadian MBTI Apa Sih Sebenarnya?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini