Massa Aksi Demo Minta Eks Anggota DPRD Sumut Terlibat Suap Gatot Ditangkap: 'KPK Jangan Tebang Pilih'

Massa mengaku heran mengapa masih ada 27 orang anggota DPRD Sumut yang belum ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Suhardiman
Kamis, 24 November 2022 | 17:33 WIB
Massa Aksi Demo Minta Eks Anggota DPRD Sumut Terlibat Suap Gatot Ditangkap: 'KPK Jangan Tebang Pilih'
Massa Aksi Demo Minta 27 Eks Anggota DPRD Sumut yang Terlibat Suap Gatot Ditangkap. [Ist]

SuaraSumut.id - Kasus suap interpelasi mantan Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho yang menyeret puluhan eks anggota DPRD Sumut kembali disoal.

Massa yang terkabung dalam Rakyat untuk Keadilan dan Supremasi Hukum (Raksahum) menggelar aksi demo di kantor DPRD Sumut dan Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) Sumut, Kamis (24/11/2022).

Massa mengaku heran mengapa masih ada 27 orang anggota DPRD Sumut yang belum ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Baru 64 orang yang dinyatakan KPK bersalah dan sudah divonis. Sementara ada 36 orang lagi belum ditangkap. Sembilan sudah meninggal sehingga 27 orang lagi yang belum ditangkap," kata Koordinator Lapangan Johan Merdeka.

Baca Juga:Busuk yang Terkuak! SBY di Comberan, 'Diwongke' mbak Mega, Awal Seteru Megawati-SBY Diungkap Politisi Senior PDIP Panda Nababan

Selain itu, KPK juga belum menyentuh sama sekali orang-orang yang telah memberikan uang dan sejumlah pengusaha yang pernah dipanggil dan diperiksa oleh KPK.

"Ada apa dengan KPK, orang yang mengembalikan uang belum diproses, padahal itu tidak menghapus pidana," ujar Johan.

Dirinya meminta agar menangkap semua eks anggota DPRD Sumut periode 2009 sampai 2014 pengusaha dan pejabat terkait.

"Kami minta KPK jangan tebang pilih, tangkap itu baik mengumpulkan, pemberi, penerima dan mengembalikan uang korupsi itu," katanya.

Untuk itu, KPK diminta tegakkan keadilan dan supremasi. Tuntaskan segera kasus interplasi Gatot Pujo Nugroho.

Baca Juga:Bikin Ngakak, Netizen Ini Salah Sebut Nama Iriana Jokowi, Kaesang: Iriana Bukan Irene

"Tangkap dan penjarakan anggota DPRD Sumut periode 2009 sampai 2014 yang terlibat dan lainnya," tambah Ahmad Rivai.

News

Terkini

Hal ini mengakibatkan sejumlah orang mengalami luka-luka diduga karena tembakan senapan angin.

News | 15:37 WIB

Bobby meminta Forkopimda Kota Medan terus berkolaborasi demi terciptanya situaasi yang aman dan kondusif.

News | 12:21 WIB

Tidak hanya pembenahan di lokasi, promosi dan pengenalan lokasi berbasis digitali gencar dilakukan.

News | 18:03 WIB

Aplikasi ini untuk mengoptimalisasi pelayanan kepada masyarakat dan perusahaan yang ada di Kota Medan dalam bidang ketenagakerjaan.

News | 16:08 WIB

Kemenyan tidak asing di telinga masyarakat Indonesia. Getah dari pohon hamijon ini kerap dikaitkan dengan hal mistis.

News | 12:00 WIB

BPTD I Aceh menggelar raker untuk antisipasi libur panjang akhir tahun

News | 04:00 WIB

Terakhir, polisi telah menyita aset Apin BK berupa 21 jetski, 2 speedboat dan satu kapal yacht.

News | 19:34 WIB

Panca menegaskan untuk perkara tindak pidana awal judi online, polisi menetapkan 16 orang menjadi tersangka.

News | 18:52 WIB

Wanita itu disebut melahirkan di teras karena puskesmas dalam keadaan tutup.

News | 18:20 WIB

konsep next-generation branch untuk pengalaman perbankan holistik bagi nasabah ini merupakan komitmen untuk selalu mengedepankan dan mendengarkan nasabah.

News | 18:18 WIB

Kementerian Kesehatan menetapkan penyakit polio sebagian kejadian luar biasa (KLB) setelah penemuan satu kasus di Aceh pada awal November 2022.

News | 13:16 WIB

Ketersediaan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu daya tarik Provinsi Sumatera Utara (Sumut) bagi investor Malaysia.

News | 09:17 WIB

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) bukanlah orang yang harus dilayani, melainkan mesti melayani seluruh lapisan masyarakat.

News | 08:23 WIB
Tampilkan lebih banyak