Berpuasa Bisa Mencegah dan Obati Kanker

Berdasarkan penelitian terbaru, kata Edi, para ahli menemukan fakta bahwa orang puasa bermanfaat mencegah dan mengobati kanker.

Suhardiman
Selasa, 04 April 2023 | 17:49 WIB
Berpuasa Bisa Mencegah dan Obati Kanker
Ilustrasi berpuasa. (Pixabay.com)

SuaraSumut.id - Orang yang berpuasa bermanfaat mencegah dan mengobati kanker. Hal ini dikatakan oleh Edi Hidayat, dokter spesialis penyakit dalam di Kabupaten Nagan Raya, Aceh.

"Di samping menjaga tekanan darah, berpuasa juga dapat menurunkan berat badan dan kadar lemak tubuh," kata Edi melansir Antara, Selasa (4/4/2023).

Berdasarkan penelitian terbaru, kata Edi, para ahli menemukan fakta bahwa orang puasa bermanfaat mencegah dan mengobati kanker.

"Penelitian baru-baru ini, ternyata berpuasa dapat mengaktifkan mekanisme autophagi, sehingga bermanfaat dalam mencegah dan mengobati kanker," ujarnya.

Baca Juga:(SALAH) Cristiano Ronaldo Dukung Indonesia Tolak Israel di Piala Dunia U-20 2023, Ini Faktanya

Edi mengatakan bahwa kanker adalah pertumbuhan abnormal dari sel-sel sebelumnya berasal dari sel-sel normal. Sel-sel abnormal ini kemudian melakukan invasi atau bermigrasi ke dalam aliran darah, sehingga bisa menyebar ke tempat lain dan menyebabkan gangguan.

"Sampai saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan kanker," ungkapnya.

Pada orang berpuasa, kata Edi, mengobati kanker melalui mekanisme autophagi, proses fisiologis tubuh secara seluler yang melakukan daur ulang sel dan mendegradasi sel-sel abnormal atau rusak.

Mekanisme autophagi ini sangat penting melindungi tubuh dari sel-sel yang bersifat toksin bagi tubuh dan juga untuk meningkatkan kelangsungan hidup sel.

Di dalam tubuh manusia terdiri dari triliun sel, di mana tiap-tiap sel memiliki sifat autophagi. Ada dua komponen bagian dari sel yang berperan terjadinya autophagi yaitu reticulum endoplasma dan lisosom.

Saat orang berpuasa maka reticulum endoplasma membentuk cangkang yang menangkap sel-sel yang rusak. Setelah sel-sel ditangkap oleh reticulum endoplasma, kemudian bergabung dengan lisosom dan kemudian terjadinya degradasi atau pengrusakan pada sel-sel abnormal.

Baca Juga:Ragam Kelakuan Sadis Mbah Slamet: Tipu Daya Korban Berawal dari Pasang Iklan di Facebook

"Proses ini sangat membantu pada pasien-pasien kanker dimana-dimana terdiri dari sel-sel abnormal yang harus diganti atau dibuang. Dengan mekanisme ini bisa mengobati pasien kanker yang banyak terdiri dari sel-sel abnormal tersebut," katanya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini