Pecat Mahasiswa dan Tuding Aksi Demo Dikomandoi Preman, PA GMNI Sumut Kecam Pernyataan Pihak UNPRI

Pertanyataan ini mendapat kecaman dari DPD Persatuan Alumni GMNI Sumut.

Suhardiman
Sabtu, 24 Juni 2023 | 17:23 WIB
Pecat Mahasiswa dan Tuding Aksi Demo Dikomandoi Preman, PA GMNI Sumut Kecam Pernyataan Pihak UNPRI
Pengurus Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (PA GMNI) Sumut. [suara.com]

"Kalau pihak UNPRI melarang Peraturan Menteri Nomor 55 Tahun 2018 itu, apakah artinya UNPRI adalah kampus yang berfaham radikalisme?," sambung Anwar.

Anwar secara tegas juga menyatakan pihak UNPRI yang menyebut Lancar Siahaan seolah sosok yang mengumpulkan preman dalam aksi mahasiswa itu harus diklarifikasi.

"Lancar Siahaan adalah sosok yang dihormati seluruh kader GMNI dan PA GMNI Sumut. Sosok yang kami kenal sebagai seorang yang idealis dan disegani di seluruh Sumatera Utara. Artinya menyebut nama Lancar sebagai sosok preman atau mengkonsolidasikan preman sangat melukai ribuan hati kami semua sebagai kader GMNI," tegas Anwar.

Dirinya menjelaskan bahwa kehadiran Lancar Siahaan dalam aksi mahasiswa pada Selasa 20 Juni 2023 murni sebagai bentuk solidaritas moral antara alumni kepada adik-adiknya. Apalagi, kebijakan UNPRI yang dinilai arogan telah memecat kader GMNI, yaitu Ria Sitorus dan dua mahasiswa lainnya.

Baca Juga:Megawati: Kalau Pilih Pemimpin Jangan Cuma Lihat Tampangnya

Oleh karena itu, pengurus PA GMNI Sumut mendorong dan mendukung aksi-aksi yang akan ditempuh baik secara hukum, unjuk rasa dan pemberitaan yang menyangkut perjuangan GMNI dalam tuntutannya terhadap UNPRI.

Selain itu, mereka juga mengutuk keras arogansi UNPRI yang mengeluarkan Ria Sitorus dan dua orang lainnya. Langkah itu dinilai sebagai tindakan kesewenang-wenangan dan bertentangan dengan semangat reformasi dan agenda demokratisasi kampus.

"Kami akan memberikan bantuan hukum dan advokasi terhadap perjuangan GMNI dalam memperjuangkah hak-haknya. Dukungan kami terhadap perjuangan GMNI melawan arogansi UNPRI bukan hanya karena ini terkait kesamaan visi organisasi, tapi juga komitmen dalam perjuangan ideologis terhadap kelompok marhaen dan kelompok tertindas oleh arogansi kekuasaan birokrat kampus," kata Anwar.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini