Mengenal Suku Melayu di Tanah Air: Sejarah, Ciri Khas, Tradisi dan Bahasa

Pakaian adat Melayu sederhana dan nyaman digunakan ketika menghadiri acara resmi seperti upacara adat atau pernikahan.

Suhardiman
Selasa, 12 September 2023 | 12:22 WIB
Mengenal Suku Melayu di Tanah Air: Sejarah, Ciri Khas, Tradisi dan Bahasa
Istana Maimun Medan. [Antara]

Secara fisik, suku Melayu memiliki kulit yang berwarna sawo matang dan tinggi tubuh sedang, dan rambut hitam lurus.

Tradisi Suku Melayu

Suku Melayu mempunyai tradisi warisan leluhur yang hingga kini masih dilakukan.

1. Pantun

Baca Juga:Ini Sosok Lettu G, Oknum TNI Diduga Penyebab Kecelakaan Beruntun di Tol MBZ

Pantun adalah cara komunikasi suku Melayu yang sangat khas yang menyampaikan tutur bahasa sopan, halus, dan enak didengar. Pantun merupakan tradisi yang sudah sangat melekat bagi suku Melayu.

2. Tepung Tawar

Tradisi tepuk tepung tawar adalah suatu upacara adat budaya Melayu peninggalan para Raja-raja terdahulu. Tepuk tepung tawar adalah upacara adat dan juga bentuk persembahan syukur atas tekabulnya suatu keinginan atau usaha.

3. Tradisi Pernikahan

Bagi mempelai wanita Melayu, sebelum menikah, calon pengantin dilarang berpergian kecuali mendapat izin dari orang tua nya. 1 minggu sebelum menikah dilarang keras berpergian dan juga 3 hari sebelum menikah juga dilarang bepergian.

Baca Juga:Setelah Cabut dari PSI, Tsamara Amany Gabung PAN?

4. Pakaian adat Melayu

Pakaian adat Melayu memiliki keunikan yang tidak hanya dari corak tapi juga mengandung makna filosofis. Pakaian adat Melayu umumnya menjunjung nilai-nilai keislaman yang bisa dilihat dari bentuknya yang cenderung panjang dan tertutup.

Pakaian adat Melayu sederhana dan nyaman digunakan ketika menghadiri acara resmi seperti upacara adat atau pernikahan.

Bahasa Suku Melayu

Bahasa Melayu memiliki sejarah panjang, yang memiliki catatan sastra hingga abad ke-7 Masehi. Hal ini dilihat dari prasasti Melayu awal yang terkenal, yaitu prasasti Kedukan Bukit ditemukan oleh orang Belanda M. Batenburg pada tanggal 29 November 1920, di Kedukan Bukit, Sumatera Selatan, di tepi sungai Tatang, anak sungai Musi.

Prasasti ini adalah batu kecil berukuran 45 kali 80 cm. Ini ditulis dalam bahasa Melayu Kuno, kemungkinan nenek moyang bahasa Melayu saat ini dan variannya.

Bahasa Melayu berkembang secara meluas mulai bahasa Melayu Klasik melalui masuknya secara berangsur-angsur berbagai unsur perbendaharaan kata bahasa Arab dan Parsi. Bahasa Indonesia, yang merupakan bahasa resmi negara didasarkan pada bahasa Melayu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini