On suara nami sian huta
(Dengarkanlah seruan kami yang tinggal di kampung halaman)
Anggukni dakdanak ro di na matua
(Jeritan ratap anak kecil hingga orang tua)
Hatahutan roha nami mar suara
(Dalam bentuk seruan ketakutan)
Tatap hami na gale na so margogo on
(Wahai bangsa ku, lihatlah kami yang lemah dan tak berdaya)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Dongani langka nami soada gogo nami
(Dampingi langkah kami dalam kelemahan kami)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Urupi togu hami unang pasombu hami
(Ulurkan tanganmu, jangan biarkan kami sendirian)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Togari roha nami asa marbisuk hami, paune tano on
(Tegarkan/kuatkanlah kami untuk terus menyatu menjaga kelestarian tanah leluhur kita)
Kembali ke reff
Ro jo hamu
(Datanglah)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Ro ma jo hamu
(Datanglah)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Asa mar alus angguk nami on
(Agar terjawab jeritan ratap kami)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Ro ma jo hamu
(Datanglah)
Ro jo hamu
(Datanglah)
Asa mar alus angguk nami on
(Agar terjawab jeritan ratap kami)
Sosok Perempuan Dalam Lagu
Setelah ditelisik, perempuan dalam lagu Ro Jo Hamu adalah pekik perlawanan Mersi br Silalahi, perempuan 45 tahun. Dirinya merupakan pegiat Perempuan Adat Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras). Ibu lima anak ini tinggal di kampung Sihaporas Aek Batu, Desa Sihaporas, Kecamatan Pematang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara.
Ia lantang bercerita mengenai kriminalisasi terhadap suami, Tomson Ambarita yang saat ini ditahan oleh pihak kepolisian setelah ditangkap dan dianiaya oleh sekira 50 orang tak dikenal pada Senin (22/7/2024) dini hari. Thomson ditangkap bertama empat temannya, Jonny Ambarita, Giovani Ambarita, Prando Tamba dan Josmar Ambarita.