Hal serupa terulang 2024. Sardi Sinaga memprovokasi warga melalui unggahan ujaran kebencian, perbuatan tidak menyenangkan dan menhinda secara berulang-ulang melalui akun media sosial.
Ketika warga mempertanyakan perbuatan Sardi, dia emosi dan nyaris membunuh warga menggunakan senjata tajam panjang atau kelewang. Setelah terlibat bentrok, lagi-lagi, polisi hanya menerima laporan sepihak pekerja PT TPL.
Diberitakan sebelumnya, Direksi PT Toba Pulp Lestari (TPL) secara tegas membantah menculik lima warga Desa Sipahoras, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun.
Hal ini disampaikan Komisaris Independent TPL Thomson Siagian saat memberikan keterangan pers di Uniland Plaza, Medan, Rabu (24/7/2024).
"Secara tegas kami menyatakan tidak ada menculik warga. Tidak ada TPL menculik. Informasi yang beredar di media sosial yang menyebutkan puluhan orang TPL menculik warga adalah hoaks alias berita bohong," ujarnya.
Belakangan Polres Simalungun membantah isu penculikan. Artinya, lima warga itu bukan diculik tetapi ditangkap polisi karena kasus pengeroyokan yang dilaporkan pada 19 Juli 2022 dan 14 Mei 2024.
Adapun korban penganiayaan itu bernama Samuel Sinaga. Atas dasar laporan polisi itu kemudian dilakukan penangkapan terhadap para terduga pelaku.