7 Anggota Polrestabes Medan Dipatsus Buntut Tangkap-Aniaya Warga hingga Tewas

Hal itu juga sejalan dengan laporan polisi yang dibuat oleh pengacara dan keluarga Budianto Sitepu ke Polda Sumut.

Suhardiman
Jum'at, 27 Desember 2024 | 22:18 WIB
7 Anggota Polrestabes Medan Dipatsus Buntut Tangkap-Aniaya Warga hingga Tewas
Kapolrestabes Medan Kombes Gidion Arif Setyawan. [Suara.com/ M.Aribowo]

Sejurus kemudian, Dumaria menjelaskan, polisi lalu datang menemui korban yang sedang asyik menikmati musik di dalam warung dan meminta agar bubar. Tak disangka, korban membalas dengan menggertak akan memanggil anggotanya juga.

"Panggilah anggota saya pun ada," kata istri korban menirukan suaminya.

Situasi pun semakin memanas, hingga akhirnya korban dan dua orang temannya dibawa ke kantor polisi dari warung tersebut.

Kamis (26/12/2024) pagi, Dameria datang ke Polrestabes Medan Jalan HM Said Medan dan mendapat informasi kalau suaminya berada di Rumah Sakit Bhayangkara Medan.

Ia pun langsung beringsut ke Rumah Sakit Bhayangkara. Di sana, Dameria yang belum tahu kalau suaminya sudah tiada juga tidak diizinkan untuk menemui Budianto Sitepu.

Ketika kalut bercampur bingung, ia melihat tandu sorong mayat melintas dari sampingnya. Dan ia melihat mayat tersebut adalah suaminya.

Seketika, Dumaria bersama anaknya menangis histeris. "Saya melihat tandu sorong berisi mayat yang ternyata suamiku," jelasnya.

Atas kematian suaminya yang diduga dianiaya polisi, Dumaria berharap Kapolri serius menangani persoalan ini.

Kontributor : M. Aribowo

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini