Nama PSMS Medan Dicatut Kasus TPPO Kamboja, Klub Ayam Kinantan Minta Pelaku Ditangkap

Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, menegaskan tidak pernah membuka seleksi pemain seperti yang beredar di media sosial.

Suhardiman
Rabu, 19 November 2025 | 10:23 WIB
Nama PSMS Medan Dicatut Kasus TPPO Kamboja, Klub Ayam Kinantan Minta Pelaku Ditangkap
Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan. [dok PSMS Medan]
Baca 10 detik
  • PSMS Medan menegaskan tidak pernah membuka seleksi pemain dan menyebut kabar tersebut hoaks.
  • Nama PSMS dicatut pelaku untuk menipu Rizki hingga menjadi korban TPPO di Kamboja.
  • Keluarga Rizki mengungkap kondisi Rizki yang mengkhawatirkan dan berharap pemerintah segera memulangkannya.

SuaraSumut.id - Manajemen PSMS Medan memberikan klarifikasi terkait kasus dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang menimpa Rizki Nur Fadhilah (18), remaja asal Bandung.

Nama klub berjuluk Ayam Kinantan ini terseret karena pelaku diduga menggunakan modus 'seleksi pemain PSMS' untuk menjerat korbannya untuk bekerja di Kamboja.

Presiden Klub PSMS Medan, Fendi Jonathan, menegaskan tidak pernah membuka seleksi pemain seperti yang beredar di media sosial.

"Saya pastikan PSMS tidak pernah membuka seleksi pemain. Kabar yang beredar di media sosial bahwa kita membuka seleksi adalah hoaks," katanya dalam keterangan yang diterima, Rabu 19 November 2025.

Fendi menyampaikan jajaran PSMS turut merasakan prihatin dan kesedihan yang mendalam atas peristiwa yang menimpa Rizki.

"Kami turut prihatin atas musibah yang menimpa Rizki Nur Fadhilah. Semoga dapat berkumpul kembali dengan keluarganya seperti sedia kala," ujarnya.

PSMS mendesak pihak berwenang untuk segera mengungkap dalang yang mencatut nama PSMS untuk aksi kriminal.

"Kami berharap oknum yang mengatasnamakan PSMS Medan dapat segera ditangkap, sehingga fakta yang sebenarnya terungkap dan Rizki dapat segera ditemukan dan dipulangkan dalam keadaan sehat," kata Fendi.

Diberitakan, Rizki Nur Fadhilah (18), warga Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, justru diduga menjadi korban Tindak Pidana Penjualan Orang (TPPO) di Kamboja.

Imas Siti Rohanah, nenek Rizki mengungkapkan kronologi kepergian cucunya pada akhir Oktober lalu. Rizki pamit untuk mengikuti seleksi di klub PSMS Medan.

"Kata orang tuanya, dia (Rizki) bilang mau ikut seleksi di PSMS Medan. Ke Jakarta dulu, kemudian ke Medan," kata Imas, melansir Ayo Bandung.

Awalnya, keluarga sudah menaruh curiga. Sebab, saat meminta izin untuk pergi ke Medan, Rizki tak bisa memberikan penjelasan detail. Ia hanya mengaku pergi ke Medan untuk mengikuti seleksi di PSMS Medan.

"Waktu ditanya-tanya lebih jauh, anaknya terlihat seperti tidak jujur atau mungkin memang tidak tahu bagaimana menjelaskannya," ujarnya.

Rizki bahkan mengaku mendapatkan informasi mengenai SSB Sparta FC yang disebut-sebut bisa membawanya seleksi di PSMS Medan hanya dari media sosial, tanpa mengetahui nomor kontak manajer atau pelatih terkait.

Kekhawatiran itu berubah menjadi keterkejutan pada 4 November lalu. Keluarga menerima kabar Rizki bukan berada di Medan untuk seleksi, melainkan sudah berada di luar negeri.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini