- Pemerintah Aceh menggelar pasar murah Ramadan 1447 H serentak di 23 kabupaten/kota pada 14–16 Februari 2026.
- Total 552 ton sembako subsidi disediakan, termasuk beras, gula, minyak goreng, dan telur ayam untuk menjaga stabilitas pangan.
- Gubernur Aceh Muzakir Manaf menginstruksikan pendistribusian yang tepat sasaran, transparan, serta meminta warga membeli sesuai kebutuhan.
SuaraSumut.id - Pemerintah Aceh menggelar pasar murah menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan ini digelar secara serentak di 23 kabupaten/kota di seluruh Aceh. Total kebutuhan pokok yang disediakan mencapai 552 ton dengan harga subsidi pemerintah.
"Pasar murah ini adalah bentuk kehadiran pemerintah melayani masyarakat, agar kita semua bisa menyambut bulan penuh berkah dengan hati tenang dan kebutuhan tercukupi," kata Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem, melansir Antara, Kamis, 12 Februari 2026.
Pasar murah akan berlangsung 14 sampai 16 Februari 2026 di 69 lokasi di seluruh Aceh. Inisiatif ini merupakan respon cepat pemerintah Aceh dalam menjaga stabilitas pangan pascabencana di tanah rencong.
Mualem menegaskan, pemerintah harus selalu memastikan bahwa pangan yang terjangkau harus tersedia untuk seluruh masyarakat Aceh.
“Menjelang Ramadan ini, kami ingin memastikan tidak ada warga kita yang kesulitan mendapatkan bahan pokok karena harga melambung," ujarnya.
Kebutuhan sembako yang telah disubsidi pemerintah pada pelaksanaan pasar murah cukup signifikan, ini semua untuk menjaga daya beli masyarakat.
Berikut rincian bahan pokok yang disubsidi dalam Pasar Murah Ramadan Aceh:
- Beras premium: 414 ton, dengan subsidi Rp5.000 per kilogram.
- Gula pasir: 69 ton, mendapatkan subsidi harga Rp6.000 per kilogram.
- Minyak goreng kemasan: 69 ton, dengan nilai subsidi Rp6.000 per kilogram.
- Telur ayam: 34.500 papan, dengan harga subsidi Rp15.000 per papan.
Mualem berharap masyarakat dapat membeli secukupnya atau sesuai kebutuhan masing-masing.
"Saya minta tim di lapangan memastikan distribusi ini tepat sasaran di 69 lokasi. Kepada masyarakat Aceh, kami berpesan belilah sesuai kebutuhan, jangan berlebihan, agar stabilitas harga ini bisa kita jaga bersama-sama hingga Idul Fitri nanti," jelasnya.
Mualem juga menginstruksikan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh dapat mengawal ketat pendistribusian hingga ke titik-titik yang telah ditentukan.
"Jangan sampai ada kendala di lapangan, pastikan stok tersedia tepat waktu dan kualitas barang tetap terjaga. Saya ingin seluruh proses ini transparan dan benar-benar sampai ke tangan masyarakat membutuhkan," kata Mualem.