- Seorang pria bernama Chu Wen Lee Simanjuntak (37) tewas di Simalungun setelah dipukul temannya, BS (42), menggunakan botol bir.
- Peristiwa terjadi di kafe di Simalungun pada Rabu (11/2/2026) dini hari, dipicu tuduhan kunci motor palsu.
- Korban meninggal karena pendarahan kepala setelah kehilangan kesadaran dan terjatuh saat mengendarai motor.
SuaraSumut.id - Chu Wen Lee Simanjuntak (37) tewas dihajar temannya BS (42) di Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut). Saat ini BS telah ditahan dikantor polisi.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba mengatakan, peristiwa terjadi di salah satu kafe di Nagoriu Pulo Bayu, Kecamatan Huta Bayu Raja pada Rabu, 11 Februari 2026.
Tragedi berdarah ini bermula Selasa, 10 Februari 2026 malam. Saat itu korban bersama BS dan saksi RS berangkat bersama dari rumah dengan mengendarai dua unit sepeda motor menuju kafe.
“Sesampainya di lokasi, mereka memesan minuman tuak dan tiga pasang bir. Mereka minum bersama sekitar dua jam," kata Verry, Minggu, 15 Februari 2026.
Sekitar pukul 01.30 WIB, korban menanyakan saol kunci sepeda motornya kepada pelaku. Padahal, sejak awal kunci motor sejak awal dipegang korban, bukan pada pelaku.
Pelaku pun tersinggung dan emosi. Pelaku kemudian mengambil botol bir dari atas meja dan memukulkannya ke kepala korban sebanyak satu kali hingga botol pecah.
Kepala korban pun mengeluarkan darah. Pemilik kafe yang melihat lalu melerai dan menyuruh korban pulang ke rumahnya. Namun, dalam kondisi berdarah, korban pergi mengendarai sepeda motor dan kehilangan kesadaran.
Keesokan harinya sekitar pukul 06.50 WIB, Unit Lantas Polsek Tanah Jawa mendapat informasi adanya kecelakaan lalu lintas di jalan umum Huta III Pulo Bayu. Petugas kemudian turun lokasi.
Di lokasi petugas menemukan sepeda motor diduga milik korban di pinggir parit dalam kondisi rusak. Selain itu, ditemukan bekas benturan di tebingan tanah dan serpihan kap sepeda motor.
Namun, saat itu korban tidak ada ditemukan di dekat motornya. Petugas berupaya mencarinya. Sekitar pukul 16.00 WIB, warga menemukan jasad korban di aliran Bondar Sipangan Bolon, Nagori Pulo Bayu.
"Berdasarkan simulasi dari keterangan-keterangan yang telah diambil, korban setelah dipukul dengan botol dalam keadaan berdarah pergi menggunakan sepeda motor dan kehilangan kesadaran sehingga terjatuh di pengairan sawah sekitar TKP," ujar Verry.
Petugas lalu membawa korban ke RSUD Djasemen Saragih untuk dilakukan autopsi. Dari hasil autopsi, ditemukan pendarahan di kepala yang disebabkan oleh benturan keras akibat pemukulan oleh BS.
Petugas melakukan penyelidikan dan menangjsp BS di rumahnya. Motif kasus ini diduga dipicu karena pelaku kesal dituduh mengambil kunci motor korban.
"Motif pembunuhan ini diduga karena pelaku emosi dituduh bahwa kunci sepeda motor milik korban ada pada pelaku, padahal kunci ada pada korban sendiri," katanya.
Kontributor : M. Aribowo