- Kebijakan kerja fleksibel bagi ASN setiap Jumat memicu kebutuhan adaptasi penataan ruang kerja rumah yang efektif dan produktif.
- Desainer Melina Ardianti menyarankan pemilihan sudut nyaman dengan pencahayaan tepat, postur duduk ergonomis, serta penggunaan perabot pendukung tambahan.
- Pekerja perlu menerapkan batas visual, pengelolaan kebisingan, serta rutinitas konsisten untuk memisahkan waktu kerja dan kehidupan pribadi secara efektif.
Ia menyarankan penggunaan wadah penyimpanan portabel agar dokumen tidak berserakan. Meja yang rapi membantu mengurangi lelah visual pada pekerja.
Selain itu, Melina menyarankan pengelolaan kebisingan rumah menggunakan karpet atau tirai tebal.
Penyuara jemala (headset) dengan fitur (noise cancelling) membantu kelancaran rapat daring. Hal ini merespons kondisi rumah yang tidak selalu tenang.
Pekerja perlu membangun rutinitas kecil sebagai penanda awal dan akhir waktu kerja. Contohnya adalah menata meja selama satu menit sebelum mulai, membuat minuman favorit, atau memutar playlist tertentu sebagai sinyal “hari kerja dimulai”.
Setelah selesai bekerja, ia menyarankan rutinitas simpan alat kerja, matikan lampu meja, atau berpindah ke ruangan lain agar tubuh dan pikiran ikut “ganti mode”.
"Rutinitas tidak perlu rumit, yang penting konsisten dan mengikuti ritme alami sehari-hari," kata Melina.