- Pasangan kekasih DAS dan DP merekayasa penemuan bayi di Mandailing Natal pada 11 April 2026 demi menutupi kehamilan mereka.
- Hasil penyelidikan polisi membuktikan bahwa bayi tersebut merupakan anak kandung pasangan yang lahir di Klinik Prima Sehat.
- Pihak kepolisian memediasi kedua keluarga hingga sepakat menyelesaikan permasalahan secara kekeluargaan serta merencanakan pernikahan bagi pasangan tersebut.
SuaraSumut.id - Pasangan kekasih berinisial DAS dan DP sempat membuat heboh warga Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Sumatera Utara (Sumut).
Mereka mengaku menemukan bayi di salah satu pondok di Kelurahan Simpang Gambir, Kecamatan Lingga Bayu. Namun sandiwara mereka terungkap. Ternyata bayi yang ditemukan tersebut merupakan anak kandung mereka.
Kasi Humas Polres Megawati AKP Megawati mengatakan, awalnya pasangan ini mengaku menemukan bayi di salah satu pondok pada Sabtu, 11 April 2026. Penemuan itu lalu dilaporkan kepada pihak kepolisian.
Petugas yang menerima laporan langsung melakukan pengecekan ke lokasi dan membawa bayi tersebut ke puskesmas untuk mendapatkan perawatan.
Berdasarkan hasil penyelidikan, diketahui bayi itu dilahirkan di Klinik Prima Sehat pada Jumat, 10 April 2026. Pihak klinik kemudian mengungkap identitas ibu bayi.
"Bayi itu lahir di Klinik Prima Sehat dari seorang ibu berinisial DAS," katanya, Selasa, 14 April 2026.
Petugas lalu melakukan pemeriksaan terhadap DAS. Ia mengaku bahwa bayi tersebut merupakan anak biologisnya dengan DP.
"Bayi tersebut merupakan anak DAS dan DP yang baru dilahirkan sehari sebelumnya," ujarnya.
Takut Diketahui Orang Tua
Motif pasangan kekasih yang merekayasa penemuan bayi pun terungkap. Keduanya mengaku takut diketahui orang tua masing-masing.
"Motifnya karena takut ketahuan orang tua lantaran belum memiliki hubungan pernikahan saat bayi tersebut lahir," ucapnya.
Ia juga menjelaskan bahwa pihak kepolisian telah memfasilitasi mediasi antara kedua keluarga.
“Setelah dilakukan mediasi yang didampingi oleh orang tua masing-masing, kedua belah pihak sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan dan merencanakan pernikahan,” katanya.
Kontributor : M. Aribowo