- Paparan sinar ultraviolet matahari jangka panjang dapat memicu munculnya tumor ganas karsinoma sebasea pada kelopak mata seseorang.
- Dokter Tri Wahyu menyarankan penggunaan kacamata anti-UV dan tabir surya untuk melindungi mata saat beraktivitas di luar ruangan.
- Tumor kelopak mata perlu diwaspadai jika benjolan menyerupai bintitan tidak kunjung sembuh setelah diberikan pengobatan medis standar.
SuaraSumut.id - Paparan sinar matahari yang berlebihan tidak hanya berdampak pada kulit, tetapi juga dapat mengancam kesehatan mata dan area di sekitarnya.
Salah satu risiko yang sering luput dari perhatian adalah munculnya tumor pada kelopak mata akibat paparan sinar ultraviolet (UV) secara terus-menerus dalam jangka panjang.
Dokter spesialis mata Tri Wahyu mengingatkan pentingnya penggunaan kacamata hitam anti-sinar UV dapat membantu melindungi kelopak mata dari risiko tumor.
"Kalau kita aktivitas di ruang terbuka yang terkena sinar matahari lama, sunscreen protection itu perlu, tidak cuma untuk perempuan, tapi laki-laki juga perlu," katanya melansir Antara, Kamis, 4 Juni 2026.
Baca Juga:China Jadi Tujuan Ekspor Terbesar Sumatera Utara pada Januari-April 2026
"Kacamata hitam bisa untuk melindungi area mata maupun kelopak mata itu sendiri dari sinar UV," sambungnya.
Paparan sinar matahari kronis selama bertahun-tahun merupakan faktor risiko tumor pada kelopak mata yang disebut karsinoma sebasea.
Karsinoma sebasea adalah tumor ganas yang menyerang kelenjar sebasea pada kulit. Jenis tumor ini lebih banyak dialami oleh laki-laki.
Jenis kanker lain yang bisa menyerang kulit yakni karsinoma sel skuamosa dan karsinoma sel basal.
"Awal-awalnya mirip bintitan, ada matanya, bisa cuma satu jendolan saja, merah, bengkak, yang di-treat pada awalnya dia sebagai bintitan," ujar Tri.
Baca Juga:Takut Tawuran Diviralkan Jadi Alasan Pria di Tembung Tendang Perut Wanita Hamil
"Namun dengan tindakan, dengan obat-obatan, dia tidak responsif dan memberikan hasil yang buruk, makanya curiga ke arah ke keganasan," ucapnya.
Menurutnya, karsinoma sebasea bisa ditangani dengan operasi pengangkatan tumor dan rekonstruksi pasca-pengangkatan tumor.
Dokter Tri menyampaikan bahwa area kelopak mata atau awam juga bisa mengalami benjolan, yang biasa disebut bintitan, akibat infeksi.
Benjolan kecil pada kelopak mata yang disebut hordeolum, menurut dia, bisa terjadi akibat infeksi pada kelenjar yang ada di tepi kelopak mata atau kelenjar moll dan zeis di folikel rambut.
"Biasanya ini umumnya disebabkan oleh infeksi," katanya.
"Jadi, teman-teman yang mungkin sering aktivitas outdoor atau sering bawa kendaraan, terus sering terpapar debu, ini rentan akan terjadi hordeolum," jelasnya.