- Kelangkaan BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar terjadi di sejumlah SPBU Kota Medan sejak Senin, 13 Juli 2026.
- Warga kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi dan terpaksa mengantre panjang atau beralih membeli BBM nonsubsidi untuk beraktivitas.
- Pertamina menambah 15 mobil tangki dan 30 awak untuk mempercepat distribusi BBM akibat tingginya permintaan saat libur sekolah.
SuaraSumut.id - Antrean kendaraan mengular terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Medan, Senin, 13 Juli 2026.
Sejumlah SPBU di dilaporkan kehabisan stok BBM bersubsidi jenis Pertalite dan Biosolar dengan papan pemberitahuan bertuliskan "BBM dalam perjalanan" terpampang di area pengisian.
Kondisi tersebut membuat banyak pengendara terpaksa berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki stok. Sebagian lainnya memilih mengisi Pertamax meski harus mengeluarkan biaya lebih besar.
Salah seorang warga Medan, Akmal (38), mengaku kecewa karena kesulitan mendapatkan Pertalite sejak malam sebelumnya.
"Pertalite kosong habis. BBM lagi dalam perjalanan, kecewa kita. Dari semalam sudah seperti ini. Solar sama Biosolar mungkin sudah lebih dari semalam kosong," kata Akmal.
Menurutnya, kelangkaan BBM bersubsidi membuat masyarakat tidak memiliki banyak pilihan selain membeli BBM nonsubsidi.
"Tadi saya terpaksa isi Pertamax Rp100 ribu supaya bisa jalan. Saya cari-cari Pertalite, ternyata ada satu SPBU yang masih ada, tapi antreannya panjang sekali. Mau tidak mau terpaksa beli Pertamax," ujarnya.
Akmal menilai kondisi tersebut seharusnya dapat diantisipasi oleh Pertamina agar tidak terus berulang.
"Pertamina ini bukan perusahaan baru. Harusnya punya perencanaan dan antisipasi supaya stok jangan sampai kosong," ungkapnya.
"Kita sudah capek, dicari-cari alasan terus, macam-macam. Yang penting sekarang stok dinormalkan lagi, jangan sampai masyarakat terus kesulitan," sambungnya.
Pantauan di sejumlah SPBU di Medan seperti di Jalan T Amir Hamzah, menunjukkan antrean kendaraan roda dua maupun roda empat memanjang di lokasi yang masih memiliki stok Pertalite.
Sementara di beberapa SPBU lainnya, pengendara terpaksa putar balik karena BBM bersubsidi belum tersedia.
Terkait hal ini, PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut terus mengoptimalkan penyaluran BBM di wilayah Sumut guna memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi di tengah meningkatnya permintaan dalam beberapa hari terakhir.
"Tingginya kebutuhan BBM masyarakat yang terjadi selama periode libur sekolah dalam beberapa waktu terakhir," kata Area Manager Communication, Relations & CSR Regional Sumbagut PT Pertamina Patra Niaga, Fahrougi Andriani Sumampouw.
Ia mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan terhadap kondisi stok dan penyaluran BBM di seluruh Fuel Terminal maupun SPBU agar distribusi berjalan optimal.