- Kanwil Imigrasi dan Pemasyarakatan Sumut berkoordinasi dengan BKN Medan untuk persiapan Seleksi Poltekimipas 2026.
- BKN Medan menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan tersebut menggunakan sistem CAT yang transparan.
- Kolaborasi antarlembaga ini bertujuan mengantisipasi kendala teknis agar proses seleksi berjalan objektif serta akuntabel.
SuaraSumut.id - Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut Parlindungan bersama Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumut Jalu Yuswa Panjang beserta jajaran melaksanakan koordinasi dengan Kantor Regional VI Badan Kepegawaian Negara (BKN) Medan dalam rangka persiapan pelaksanaan Seleksi Sekolah Kedinasan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas).
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi dan kolaborasi antarlembaga sekaligus memastikan seluruh tahapan seleksi dapat dipersiapkan dan dilaksanakan secara optimal, profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Sinergi diperlukan mengingat pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan mencakup berbagai aspek, mulai dari kesiapan sumber daya manusia, sarana dan prasarana, mekanisme seleksi, hingga dukungan teknis pelaksanaan Computer Assisted Test (CAT).
Kepala Kantor Regional VI BKN Medan, Janry H.U.P. Simanungkalit, menyampaikan kesiapan BKN dalam mendukung pelaksanaan seleksi melalui kompetensi dan pengalaman dalam penyelenggaraan seleksi berbasis CAT.
Menurutnya, aspek integritas, objektivitas, akuntabilitas, dan transparansi menjadi perhatian utama guna memastikan seluruh peserta memperoleh kesempatan yang adil dan setara dalam mengikuti setiap tahapan seleksi.
Sementara itu, Kanwil Ditjen Imigrasi Sumut dan Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sumatera Utara terus mempersiapkan dukungan sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, khususnya dalam memastikan kesiapan penyelenggaraan seleksi bagi calon taruna dan taruni Poltekimipas.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membangun kesamaan persepsi serta memperkuat koordinasi teknis antarpihak sebelum tahapan seleksi dimulai.
Dengan komunikasi dan koordinasi yang baik, berbagai potensi kendala dapat diantisipasi sejak awal sehingga proses seleksi dapat berlangsung tertib, lancar, objektif, dan memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh peserta.
“Sinergi dan kolaborasi menjadi kunci dalam memastikan pelaksanaan seleksi sekolah kedinasan berjalan transparan, akuntabel, dan berintegritas. Kami ingin memastikan seluruh proses dilaksanakan secara profesional sehingga setiap peserta mendapatkan kesempatan yang sama dan proses seleksi dapat dipertanggungjawabkan,” kata Parlindungan.