- Al-Washliyah Medan dan Green Justice Indonesia menjajaki kolaborasi dengan BAZNAS Sumut untuk mengembangkan program sedekah dan wakaf energi terbarukan.
- Proyek percontohan pemasangan panel surya disiapkan pada fasilitas sosial dan keagamaan, termasuk panti asuhan di Jalan Ismailyah Kota Medan.
- BAZNAS Sumut menyatakan siap bermitra namun menegaskan pentingnya penyesuaian penggunaan dana dengan ketentuan syariat serta regulasi yang berlaku.
SuaraSumut.id - Pengurus Daerah Al-Jam’iyatul Washliyah Kota Medan bersama Green Justice Indonesia (GJI) menjajaki kolaborasi dengan Baznas Sumut untuk mengembangkan program sedekah dan wakaf energi.
Program ini merupakan bagian dari gagasan transisi energi berkeadilan dengan memanfaatkan filantropi Islam untuk mendukung penggunaan energi terbarukan.
Perwakilan Al-Washliyah Medan, Banu Wira Baskara, mengatakan program tersebut digagas bersama GJI untuk mengintegrasikan kebutuhan energi masyarakat dengan nilai-nilai sosial dan keagamaan.
"Al-Washliyah dengan Green Justice Indonesia sudah mulai bergerak untuk membuat sebuah percontohan, sebuah gerakan awal," kata Banu.
Salah satu bentuk percontohan yang disiapkan adalah pemanfaatan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) untuk fasilitas sosial dan keagamaan. Penerapannya dirancang terintegrasi dengan jaringan listrik yang sudah tersedia.
Menurut Banu, program tersebut diharapkan dapat mempertemukan kebutuhan energi, nilai sosial, keagamaan, sekaligus kepedulian terhadap lingkungan. Program sedekah dan wakaf energi sebelumnya telah didahului kajian akademik.
Al-Washliyah dan GJI ingin mengembangkan inisiatif tersebut dari Kota Medan dan Sumatera Utara agar dapat direplikasi di wilayah lain.
Program Manager Green Justice Indonesia, Sofian Adly, mengatakan gagasan tersebut berangkat dari kebutuhan untuk mencari alternatif dalam pengembangan energi rendah karbon.
Menurutnya, transisi energi tidak hanya membutuhkan kebijakan pemerintah, tetapi juga keterlibatan masyarakat dan berbagai lembaga.
“Kita mencoba mencari ruang lain bagaimana kita memperbaiki energi kita. Kebetulan Presiden Prabowo juga sudah menyampaikan untuk kita low carbon,” kata Sofian.
GJI sebelumnya telah mengembangkan kajian dan policy brief mengenai transisi energi serta membahasnya dengan Bapperida Sumatera Utara. GJI juga telah melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk MUI Sumatera Utara dan pemerintah daerah.
Dalam pengembangan program, GJI bersama Al-Washliyah menyiapkan sejumlah lokasi sebagai proyek percontohan, terutama fasilitas sosial dan keagamaan yang memiliki kebutuhan listrik cukup besar.
“Harapan kami bisa bersinergi. Kira-kira apa yang bisa kami dukung terkait dengan program BAZNAS sendiri, atau BAZNAS bisa membantu atau mendukung program yang sedang diinisiasi oleh Al-Washliyah, GJI dan kawan-kawan dari Jakarta,” ujarnya.
Perwakilan Al-Washliyah, Putra Chairul Hadi, menambahkan salah satu lokasi yang sedang dipersiapkan adalah fasilitas pendidikan dan panti asuhan milik Al-Washliyah di Jalan Ismailyah Medan.
Panti asuhan dipilih karena aktivitas di dalamnya berlangsung sepanjang hari dan memiliki kebutuhan energi yang cukup besar. Pemanfaatan energi surya diharapkan dapat membantu mengurangi konsumsi listrik sekaligus menjadi contoh penerapan energi terbarukan pada fasilitas sosial.