SuaraSumut.id - Total 15 kilogram shabu dan 20 ribu butir pil ekstasi diamankan Petugas Satres Narkoba Polrestabes Medan dari tersangka berinisial TZ di Jalan Pinang Baris Medan.
Kapolrestabestabes Medan, Kombes Pol Riko Sunarko mengatakan, penangkapan ini berawal dari adanya laporan yang menyebut ada seseeorang yang akan menjual narkoba pada 20 Juli 2020. Berangkat dari laporan ini, petugas melakukan penyelidikan dan melakukan penangkapan pada 22 Juli 2020.
“Barang bukti yang disita dari TZ adalah 15 kg sabu-sabu dan ekstasi 20.000 butir,” katanya, melansir dari kabarmedan.com (jaringan Suara.com) Jumat (24/7/2020).
"Tersangka TZ mengaku diperintah oleh seseorang DR yang merupakan warga Medan. TZ mengaku diupah Rp 3 juta/kg. Jadi jika berhasil menjual 15 kg maka akan menerima Rp 45 juta,” ujarnya.
Selain TZ, petugas juga menangkap dua tersangka lainnya berinisial KS (46) dan IB (23) secara terpisah. Kepolisian menangkap IB di Pasar 9, Desa Bandar, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deli Serdang. Dari IB, polisi menyita barang bukti 0,7 gram shabu.
Dari penangkapan IB, polisi mengembangkan kasus dan berhasil meringkus KS serta menyita 460 gram sabu. Kepada polisi, KS mengaku penjualannya sedikit karena memiliki banyak saingan.
“Saya menjual paket 1G. Sikit-sikit aja. Susah untuk menjual sebenarnya karena banyak saingan dan tidak leluasa. Ini untuk menjual segitu sebulan dua bulan,” ujarnya.
Sementara, TZ (67) yang belakangan diketahui berprofesi sebagai seorang petani di Kecamatan Medan Sunggal mengaku, mampu menjual 10 kg narkotika jenis sabu hanya dalam waktu satu minggu.
“Dua kali di tahun 2014. Pertama 10 kg, kedua 10 kg,” katanya.
Baca Juga: Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Gorontalo Meningkat Dua Kali Lipat
Bapak 1 anak tersebut mengaku, ia hanya menunggu perintah dari seseorang berinisial DR untuk menyiapkan narkoba tersebut untuk diambil pembelinya. Barang haram tersebut disimpan di rumahnya dan dibayar oleh DR Rp Rp 3 juta per kg.
Ia mengaku, hasil penjualan narkoba itu digunakan untuk membayar utang-utangnya. Dirinya pun menyesali perbuatannya sehingga harus meninggalkan istri dan anaknya yang masih berusia 15 tahun.
“Dulu main tahun 2014. Sekarang baru mau mulai lagi. Karena keadaan atau situasi seperti ini, tapi keburu ketangkap. Selama ini saya bertani, sawah,” pungkasnya.
Berita Terkait
-
Bawa Narkoba di Depan Kantor Polisi, Pemuda Diamankan Polresta Mamuju
-
Bawa 1 Kg Sabu, Kurir Narkoba Lintas Provinsi Dapat Imbalan Rp 15 Juta
-
Pelecehan Seksual di Pariaman Meningkat, Pelaku Banyak dari Orang Dekat
-
17 Orang Keroyok Polisi, 7 Diantaranya Positif Gunakan Sabu
-
Coba Kelabui Petugas, IRT Sembunyikan Sabu di Celana Dalam
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC