SuaraSumut.id - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distakan) Kota Pekanbaru terus menggiatkan pengawasan hewan kurban jelang Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada Jumat (31/7/2020).
Bagi hewan kurban yang berasal dari luar Provinsi Riau maka wajib dilengkapi dengan dokumen, sebagai salah satu kelayakan.
"Setiap ternak yang bakal dijadikan hewan kurban wajib mengantongi dokumen, baik dokumen kesehatan dan legalitas dari tempat asalnya.," ujar Kepala Bidang Peternakan, Dinas Pertanian dan Perikanan Kota Pekanbaru, Herlandria seperti diwartakan Antara.
"Sebab hewan kurban berbeda dari hewan yang biasa dipotong untuk dijual. Hewan kurban ini harus sempurna dan tidak boleh cacat," sambungnya.
Menurut Herlandria, hampir 80 persen kebutuhan hewan kurban di Kota Pekanbaru dipasok dari luar daerah.
Daerah yang paling banyak memasok hewan korban yakni Kabupaten Kampar, Kuansing dan Rokan Hulu.
Selain itu, pasokan hewan kurban juga berasal dari luar Provinsi Riau seperti Sumatera Utara, Sumatera Barat, Jambi, Lampung dan NTB.
Oleh sebabnya, pemeriksaan hewan kurban di lapangan harus tetap mematuhi standar kelengkapan dokumen seperti surat keterangan kesehatan dan legalitas ternak.
"Kami bertugas untuk memantau ketersediaan dan kesehatan ternak yang didatangkan dari luar daerah, sehingga pelaksanaan berkurban sesuai dengan syariat Islam," ungkapnya..
Baca Juga: Putra Siregar Jadi Tersangka, Program 350 Hewan Kurban Tetap Jalan
Lebih lanjut, Herlandria mengatakan terjadi penurunan kebutuhan hewan kurban di tahun 2020 lantaran adanya pandemi Covid-19.
"Ini mengakibatkan banyak usaha yang terdampak secara ekonomi," kata Herlandri, memungkasi.
Berita Terkait
-
Sidak ke Kepulauan Riau, Mentan Amran Bongkar 1.000 Ton Beras Ilegal: Ini Harus Diusut Tuntas
-
Komitmen Plt Gubri SF Hariyanto: 30 Blok Tambang Rakyat Kuansing Dilegalkan, Swasta Dilarang Masuk
-
Orasi di Hadapan 1.000 Siswa, Kapolda Riau: Generasi Muda Adalah Kunci Menjaga Alam dan Masa Depan
-
'Wallahi, Billahi, Tallahi!' Surat Sumpah Abdul Wahid dari Sel KPK Gegerkan Riau
-
Petaka di Pelabuhan Tanjung Buton: Jembatan Ambruk, Avanza Hanyut, dan Alasan di Balik Tragedi
Terpopuler
- 4 Mobil Bekas Honda yang Awet, Jarang Rewel, Cocok untuk Jangka Panjang
- Dua Tahun Sepi Pengunjung, Pedagang Kuliner Pilih Hengkang dari Pasar Sentul
- 5 Mobil Diesel Bekas 7-Seater yang Nyaman dan Aman buat Jangka Panjang
- Senyaman Nmax Senilai BeAT dan Mio? Segini Harga Suzuki Burgman 125 Bekas
- 4 Mobil Bekas 50 Jutaan dari Suzuki, Ideal untuk Harian karena Fungsional
Pilihan
-
Rumus Keliling Lingkaran Lengkap dengan 3 Contoh Soal Praktis
-
Mulai Tahun Ini Warga RI Mulai Frustasi Hadapi Kondisi Ekonomi, Mengapa Itu Bisa Terjadi?
-
CORE Indonesia Soroti Harga Beras Mahal di Tengah Produksi Padi Meningkat
-
Karpet Merah Thomas Djiwandono: Antara Keponakan Prabowo dan Independensi BI
-
Dekati Rp17.000, Rupiah Tembus Rekor Terburuk 2026 dalam Satu Bulan Pertama
Terkini
-
Indosat Hadirkan AIvolusi5G yang Kini Mencakup Lebih dari 340 Site Kota Medan
-
Telkomsel Lanjutkan Kebijakan Penyesuaian Biaya Berlangganan di Wilayah Terdampak Bencana Sumatera
-
Ansor Medan Apresiasi Gebrakan Menkomdigi Meutya Hafid Tekan Transaksi Judol hingga 57 Persen
-
Laga Harga Diri di Tanah Rencong, PSMS Medan Siap Tempur Curi Poin dari Persiraja Malam Ini
-
PSMS Medan Bawa 23 Pemain ke Aceh untuk Curi Poin dari Persiraja