- Penjualan kendaraan listrik bekas di OLXMobbi masih sangat minim, hanya sekitar satu persen dari total iklan.
- Pemilik enggan menjual mobil listrik karena terjadi depresiasi harga yang bisa mencapai 50 persen dari harga baru.
- Perusahaan pembiayaan masih ragu mendanai pembelian mobil listrik bekas karena isu depresiasi harga yang signifikan.
SuaraSumut.id - Penjualan mobil bekas di segmen elektrik belum menunjukkan jumlah yang cukup masif. Hal ini tidak seperti pada kendaraan baru yang terus menunjukkan tren yang positif.
“Yang pasang iklan segmen EV terakhir, kita cek itu paling cuman 1 persen dari total iklan yang ada di OLXMobbi. Jadi, kalau dari kita jawabannya masih konsisten yang jual masih dikit sekali untuk segmen ini,” kata Agung Iskandar, Direktur OLXmobbi, melansir Antara, Jumat, 6 Maret 2026.
Penjualan mobil bekas segmen EV masih kurang diminati dikarenakan beberapa hal yang cukup krusial bagi pemiliknya. Besar kemungkinan para pemilik mobil listrik masih enggan untuk menjual karena penurunan harga yang cukup drastis.
“Karena mobil listrik itu juga kan baru menjadi di dua tahun terakhir ini, kemudian yang mau jual mereka yang benar-benar niat jual. Kalau nggak, dia merasa sayang karena harganya turun lumayan jauh,” ujarnya.
Terkait masalah depresiasi atau penurunan harga ini, Agung menjelaskan bahwa depresiasi ini dapat menyentuh hingga 50 persen dari harga baru.
“Hyundai IONIQ sama Wuling Air Ev turunnya lumayan, udah bisa 50 persen lebih turunnya. IONIQ 5 sekarang yang tahun 2022 itu, sekitar Rp350-Rp250 jutaan,” jelas dia.
Tidak hanya terkait masalah harga yang terjun cukup jauh, konsumen yang tertarik dengan kendaraan elektrik ini juga tidak memiliki pendampingan dari perusahaan pembiayaan. Kebanyakan perusahaan pembiayaan, masih belum cukup percaya untuk membiayai pembelian kendaraan EV saat ini.
Saat ini, pemasangan iklan untuk segmen kendaraan listrik di OLXMobbi masih didominasi dengan kendaraan Wuling Air Ev dan juga Hyundai Ioniq.
Hal ini dikarenakan populasi dari kendaraan-kendaraan ini sudah cukup populer untuk pasar otomotif Indonesia. Tidak heran jika penjualan kendaraan elektrik masih didominasi oleh model-model tersebut.
Berita Terkait
-
Ciri-ciri Odometer Mobil Bekas Diakali dan Diputar Mundur, Cek Sebelum Beli!
-
Menperin Usul Insentif Mobil Hybrid di Tengah Rendahnya Rasio Kepemilikan Mobil
-
Charger Listrik BYD Dirantai Besi Diduga Akibat Persaingan Bisnis
-
Airbag Mobil Listrik Xpeng X9 Tidak Mengembang saat Terjadi Kecelakaan Fatal
-
Daihatsu Akui Daya Beli Masih Jadi Tantangan Pembeli Mobil Pertama
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC