SuaraSumut.id - Seorang petani ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan di perkebunan karet di Jorong Sarasah Betung, Nagari Sungai Aua, Pasaman Barat, Sumatera Barat.
Diduga pria berinisial S (48) tersebut meninggal dunia beberapa hari sebelum ditemukan.
Diwartakan Padangkita.com--jaringan Suara.com, jenazah S pertama kali ditemukan oleh anak kandungnya yang berinisial A (25) bersama rekannya B (27) di kebun karet milik mereka.
"Tubuh korban sudah ada yang hancur membusuk bahkan terpisah dari anggota tubuh yang lain," ujar" Kapolsek Lembah Melintang, AKP Aditya Lidarman Rabu (26/8/2020) pagi.
Aditya menerangkan pihaknya mendapatkan informasi tentang penemuan mayat itu pada hari Selasa (25/8) malam sekitar pukul 20.30 WIB.
"Setelah kita mendapatkan informasi, saya bersama anggota dan Babinsa, Kepala Jorong Bukit Harapan serta tokoh masyarakat setempat langsung ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara," ujarnya.
Lantaran menolak autopsi, pihak keluarga kemudian membawa pulang jenazah S, Rabu dini hari.
“Pihak keluarga korban menerima kejadian ini dan memilih untuk tidak dilakukan autopsi melainkan langsung dilakukan pemakaman sekitar pukul 02.15 WIB," sambung Aditya.
Menurut informasi yang diterima pihak berwajib, S berangkat dari rumah menuju kebunnya pada Rabu (19/8). Pria tersebut berniat menginap di kebun.
Baca Juga: Fakta Emak-emak Jilat Air Liur Pasien COVID-19, Dinkes Batam: Gak Ada Bukti
Biasanya S menginap di kebun miliknya dan selalu pulang pada hari Senin sore atau Selasa pagi bertepatan saat hari pasar di Nagari Sungai Alur.
"Namun kali ini, S tidak kunjung pulang, makanya anaknya sore harinya mencari S ke kebun dan menemukan korban sudah tidak bernyawa," beber Aditya.
Diduga, S meninggal karena sakit dan tidak mendapat pertolongan hingga akhirnya meninggal dunia.
Berita Terkait
-
Polisi Masih Selidiki Kematian Siswa SD di Pemalang, Autopsi Telah Dilakukan
-
Keluarga Tolak Autopsi Bambang yang Tewas Dikeroyok Saat Pejompongan Ricuh
-
Tak Ada Luka Kekerasan di Jasad Sutrimo, Tim Forensik Telusuri Dugaan Tewas Diracun
-
Inisial N dan R Dibongkar Anggota DPR, Diduga Cukong Besar Tambang Emas Ilegal di Sumbar
-
Tangis Nenek Saudah Pecah di Senayan: Dihajar Karena Tolak Tambang, Kini Minta Keadilan
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- Djarum Digeledah KPK, Publik Ramai Kaitkan dengan Isu Haji Isam dan DBS
- 5 Sunscreen untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- Cara Cek KTP Kita Terdaftar di Pinjol Apa Saja?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC