Menurut Ruben, Yanti sebelumnya benar dinasehati oleh keluarga atas kesalahan yang dilakukannya. Namun hal tersebut terjadi pada 17 Agustus 2020. Oleh sebab itu, kata Ruben, tidak benar jika Yanti pergi dari rumah karena dianiaya dan dimarahi oleh keluarga.
"Dimarahi karena ada kesalahan dia, biasalah kalau remaja kan harus dibimbing. Tapi itu terjadi pada 17 Agustus lalu, bukan di hari yang sama saat dia keluar meninggalkan rumah," ungkapnya.
Setelah sepakat jika Yanti tetap tinggal dirumah warga bernama Hera untuk menenangkan diri, Hendra pun pulang. Akan tetapi keesokan harinya, Hendra mendapat kabar jika Yanti dilarikan ke rumah sakit dan dirawat intensif.
Ia dan pihak keluarga mendatangi rumah sakit yang dikabarkan tempat adiknya dirawat. Sesampainya di sana, pihak rumah sakit justru mengatakan tidak pernah merawat pasien atas nama tersebut.
"Jadi pihak keluarga juga heran, kenapa ibu Hera tidak memberi kabar jika Yanti dirawat, padahal nomor kontak Hendra sudah ditinggalkan untuk mengabari jika ada hal hal penting. Saat kita mendatangi rumah sakit, justru tidak ada Yanti dirawat," katanya.
Warga yang memberi tumpangan pada Yanti tak kunjung mengangkat telepon Hendra. Sementara pemberitaan banyak mengabarkan hal yang belum tentu benar.
Pihak keluarga juga mendatangi Polsek Medan Labuhan karena ada informasi jika ada warga yang melaporkan atas kasus penganiayaan yang dialami oleh Yanti.
"Saat itu kami bertemu dengan Kanit Reskrim. Dari informasi pihak kepolisian diketahui jika benar ada laporan yang masuk. Pihak Polsek Medan Labuhan menerima klarifikasi dari keluarga dan menyatakan akan bekerja secara proporsional," kata Ruben.
Tidak sampai disitu, keluarga menelusuri informasi yang ada di media terkait keberadaan Yanti. Pihak keluarga selanjutnya mendatangi Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak untuk mencari Yanti.
Baca Juga: Bantah Putranya Aniaya Deanni, Ini Kronologi Versi Chintami Atmanegara
Kedatangan mereka kesana selain memastikan Yanti berada di Rumah Aman di bawah binaan dinas terkait. Selain itu, untuk mengklarifikasi informasi yang menyebut Yanti korban kekerasan dan penganiyaan pihak keluarga.
"Kami kira benar sesuai informasi jika adik kami Yanti ini berada di sana, tapi kenyataannya tidak ada. Sebab dari informasi yang diperoleh keluarga, jika Yanti berada di Rumah Aman dibawah naungan dinas terkait," ucapnya.
Atas persoalan pemberitaan tersebut, Ruben Panggabean mengaku sangat keberatan dan kecewa. Sebab informasi yang beredar terkesan menyudutkan pihak keluarga.
Ia mengatakan, apa yang diinformasikan jauh dari kebenaran. Pihak keluarga yang menelusuri informasi tersebut untuk mencari Yanti, tidak mendapatkan hasil apa-apa.
"Pihak keluarga sangat terganggu dan dirugikan dengan informasi di media yang tidak mengedepankan check and balance sesuai kode etik jurnalistik. Harapan pihak keluarga, mereka mendapat keadilan atas pemberitaan tersebut," pungkasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC