- Tolan Tiga Indonesia bersama SIPEF dan KIS membangun pabrik BioCNG di Simalungun pada Kamis, 29 Oktober 2026.
- Fasilitas tersebut mengolah limbah cair kelapa sawit menjadi energi terbarukan untuk menggantikan gas alam berbasis fosil.
- Proyek ini menghasilkan 99.997 MMBTU BioCNG per tahun yang dibeli oleh Unilever Oleochemical Indonesia untuk mengurangi emisi.
SuaraSumut.id - Tolan Tiga Indonesia bersama SIPEF Group dan PT KIS Biofuels Indonesia membangun fasilitas pengolahan BioCompressed Natural Gas (BioCNG) di Pabrik Kelapa Sawit Bukit Maradja, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun.
Pembangunan fasilitas tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada Kamis (29/10/2026). Proyek ini menjadi fasilitas BioCNG ketiga yang dikembangkan SIPEF Group di Indonesia dan proyek ketujuh bagi KIS Group.
Sejumlah pimpinan perusahaan dan perwakilan pemerintah menghadiri kegiatan tersebut. Di antaranya CEO KIS Group K R Raghunath, Managing Director SIPEF Petra Meekers, President Director SIPEF Indonesia Peter Bayliss, Direktur Unilever Oleochemical Indonesia Yashar Davoodi, serta Direktur Hilirisasi Perkebunan dan Kehutanan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, Septria Christina.
CEO KIS Group K R Raghunath mengatakan, pembangunan fasilitas BioCNG di Bukit Maradja merupakan bagian dari upaya mengembangkan energi terbarukan dengan mengoptimalkan limbah hasil pengolahan kelapa sawit.
Melalui penerapan teknologi tersebut, gas metana yang terkandung dalam limbah cair pabrik kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME) akan ditangkap dan diproses menjadi BioCNG. Produk energi ini selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai alternatif pengganti gas alam berbasis fosil.
"Pengembangan proyek ini merupakan bagian dari komitmen SIPEF Group dalam meningkatkan efisiensi pemanfaatan sumber daya sekaligus memperluas penggunaan energi terbarukan di sektor industri kelapa sawit," ujar Raghunath.
Fasilitas di Bukit Maradja diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 99.997 MMBTU BioCNG setiap tahun. Produksi tersebut diperkirakan dapat menekan emisi gas rumah kaca hingga 49.199 ton setara karbon dioksida (COe) per tahun.
Dalam proyek ini, Unilever Oleochemical Indonesia akan menjadi calon pembeli (offtaker) BioCNG yang dihasilkan. Energi rendah karbon tersebut direncanakan untuk memenuhi sebagian kebutuhan operasional industri sekaligus mendukung agenda pengurangan emisi perusahaan.
Direktur Unilever Oleochemical Indonesia Yashar Davoodi menyatakan, penerapan prinsip keberlanjutan harus diwujudkan melalui langkah nyata dan kolaborasi antarpelaku industri.
Menurutnya, komitmen perusahaan terhadap lingkungan tidak cukup hanya dituangkan dalam target bisnis. Diperlukan implementasi konkret yang mampu memberikan dampak terhadap pengurangan emisi dan penggunaan energi berbasis fosil.
Melalui kerja sama dengan KIS Group dan SIPEF, Unilever berupaya memperbesar pemanfaatan BioCNG sebagai salah satu sumber energi untuk mendukung transformasi industri menuju operasional rendah karbon.
Yashar mengungkapkan, dirinya memiliki komitmen untuk membawa perusahaan yang dipimpinnya mencapai target net zero emission. Kemitraan tersebut dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan ambisi itu.
"Secara pribadi, saya memiliki komitmen untuk membawa operasional dan perusahaan yang saya pimpin menuju target net zero emission. Kemitraan ini akan membantu kami mewujudkan target tersebut sebagai sebuah entitas bisnis," katanya.
Ia juga menilai keterlibatan dunia usaha sangat diperlukan dalam mempercepat transisi energi. Menurutnya, perusahaan tidak harus menunggu kebijakan pemerintah atau terbentuknya kerangka kerja berskala besar untuk mulai melakukan perubahan.
Yashar berharap teknologi pengolahan limbah menjadi BioCNG dapat diterapkan secara lebih luas di berbagai daerah, khususnya pada industri pengolahan kelapa sawit di Indonesia.
Berita Terkait
-
Pabrik BYD di Subang Didemo Warga, Menperin: Bukan Urusan Kemenperin
-
Sudah Beroperasi, Pabrik Baterai Indonesia-China di Karawang Tunggu Diresmikan Prabowo
-
BRIN Paparkan Riset ke Prabowo: Potensi Limbah Sawit Jadi Listrik
-
Pabrik Sepatu di Banten PHK Massal dan Pindah ke Jateng, UMR Jadi Alasan?
-
Jejak 2 Ahli Kimia Asal China di Balik Lab Sabu 1,2 Ton di Aceh, Datang Khusus Jadi 'Koki' Kristal
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
SIPEF dan KIS Bangun Pabrik BioCNG di Simalungun, Ubah Limbah Sawit Jadi Energi Bersih
-
Imigrasi Kualanamu Pastikan Kelompok Rentan Mendapat Akses Layanan Paspor yang Setara
-
Remaja di Medan Pukul Teman hingga Tewas Gegara Kesal Dimaki
-
Pengiriman 144 Balpres Ilegal dari Bandung ke Medan Digagalkan
-
Tembok Basah Padahal Tidak Hujan? Coba Cek Kondisi AC