SuaraSumut.id - Gempa magnitudo (M) 7,0 yang terjadi di laut Aegean, Turki menewaskan 19 orang. Gempa tersebut juga menyebabkan lebih dari 709 orang luka-luka.
Dilansir dari Antara, Sabtu (31/10/2020), Kepresidenan Manajemen Bencana dan Kedaruratan Turki (AFAD) mengatakan, 17 orang meninggal, satu karena tenggelam, sementara 709 orang terluka.
Di Pulau Samos, Yunani, dua remaja diantaranya seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan ditemukan tewas di satu kawasan tempat sebuah tembok runtuh.
Operasi pencarian dan penyelamatan berlanjut pada 17 bangunan yang runtuh dan rusak di Izmir, kata AFAD, Otoritas memasang tenda-tenda dengan daya tampung 2.000 orang di kawasan dengan kerusakan terparah, kata Menteri Urbanisasi Murat Kurum.
Ilke Cide, mahasiswa doktoral yang berada di wilayah Izmi Guzelbahce selama gempa, mengatakan dia pergi menjauh dari pantai setelah air naik menyusul gempa.
"Saya sangat terbiasa dengan gempa...jadi saya tak menganggapnya terlalu serius pertama-tama tapi kali ini gempa ini benar-benar menakutkan," katanya, menambahkan gempa itu berlangsung selama sekurang-kurangnya 25-30 detik.
Dilintasi oleh garis-garis patahan utama, Turki berada di antara negara-negara paling sering dilanda gempa di dunia. Lebih dari 17.000 orang tewas pada Agustus 1999 saat gempa bermagnituda 7,6 mengguncang Izmir, kota tenggara Istanbul. Pada 2011, gempa di bagian timur kota Van menewaskan lebih dari 500 orang.
Ismail Yetiskin, wali kota Seferihisar, Izmir, mengatakan permukaan air laut naik akibat gempa. "Tampak seperti tsunami kecil," katanya kepada penyiar NTV.
Rekaman pada media sosial memperlihatkan puing-puing termasuk kulkas, kursi, meja mengapung di jalan-jalan yang banjir. TRT Haber memperlihatkan sejumlah kendaraan di kawasan Seferihisar, Izmir, terseret air dan teronggok menumpuk.
Idil Gungor, yang mengelola hotel di Seferihisar, mengatakan kepada penyiar NTV bahwa orang-orang membersihkan puing-puing setelah banjir surut. Dia mengatakan ikan terdampar di kebun hotel, sekitar 50 meter dari pantai.
Baca Juga: Detik-detik Tsunami Terjang Aegea Turki, Warga Panik, Kota Porak-poranda
Penduduk pulau Samos, Yunani, yang berjumlah sekitar 45,000 diperintahkan menjauh dari kawasan pantai, kata Eftyhmios Lekkas, kepala organisasi perencanaan anti seismik Yunani kepada Skai TV Yunani.
"Ini gempa sangat besar, sulit mengalami gempa yang lebih besar," kata Lekkas.
Peringatan gelombang pasang yang tinggi dicanangkan di Samos, tempat delapan orang juga terluka, menurut pejabat Yunani.
Para pemimpin Turki dan Yunani--yang bertikai soal hak eksplorasi di perairan Mediterania timur--berbicara lewat telpon dan mengungkapkan harapan bahwa kedua negara akan melihat pemulihan cepat dari gempa, kata kepresidenan Turki.
Para pemimpin kedua negara mengatakan mereka bersedia saling membantu jika dibutuhkan dan menekankan pentingnya kesetiakawanan.
"Apa pun perbedaan kami, inilah saat-saat rakyat kita perlu bersatu," tulis Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis di Twitter.
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
- TNI Mau Ambil Alih Kamtibmas? TB Hasanuddin: Itu Tugas Polri
- 5 Pilihan HP Samsung RAM 12 GB Agustus 2026, Performa Ngebut Anti Lag
- Warga Teror Pekerja Stadion Sudiang, Pembangunan Tribun Selatan Terpaksa Ditinggalkan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polda Aceh Pecat Polisi Edarkan 142 Vape Getar di Bireuen
-
Puting Beliung Terjang 33 Desa di Deli Serdang, 108 Rumah Terdampak
-
Cara Memaksimalkan Layar Galaxy Z Fold8, Jadi Lebih Optimal
-
Pohon Tumbang Timpa Mobil di Pidie Aceh, 7 Tewas
-
Buntut Kematian Winda Lorenza, Mantan Suami Dipatsus Propam Polda Sumut