Sebelum insiden terjadi, apa kabar terakhir yang Ibu dapat dari suami?
Suami saya itu kebiasaan kalau liputan selalu bilang, "nanti kalau sudah selesai saya telepon." Jadi waktu itu dia telepon, "saya itu keluar kantor sekitar pukul 13:30 WIB" kalau enggak salah, kemudian landing jam 16.00 WIB itu, terus dia bilang mau ketemu orang di Kentungan. Sudah itu terakhir komunikasi. Enggak kontak saya lagi, dan ada beritanya itu jam 17:00 WIB.
Katanya sudah naik, terus denger suara gemuruh gitu terus turun, istilahnya bawa pengungsi. Anaknya atau cucunya Mbah Maridjan itu saya enggak tahu. Pas turun dia lihat ada mobil nganggur, di dalamnya ada Pak Tutur yang dari PMI, terus diajak naik mau. Jadi pas di depan rumah Mbah Maridjan itu ya sudah. Katanya posisi mobil masih menyala, pintu sudah terbuka semua, sudah siap turun, tapi itu, ya pas ada wedus gembel.
Jadi pas saya dikasih rekamannya ini, ada suara "Wan itu ada suara sirene," terus dia jawab, "iya ini baru mau turun." Mau turun, terus suami saya teriak "panas panas" gitu, sudah, terus ilang, sudah enggak ada. Posisinya memang di depan rumah Mbah Maridjan.
Baca Juga: Masyarakat Siagakan Barak, Aktivitas Gunung Merapi: Waspada Level II
Apa yang Ibu ingat tentang yang Ibu rasakan ketika mengetahui kondisi suami seperti itu?
Jujur sih biasa saja, karena saya enggak pernah selalu berdua walaupun dia pacaran sama saya lama ya, delapan tahun, sejak kelas dua SMA. Setiap kali pulang, dia pergi melangkah gitu, begitu keluar berarti saya harus merelakan dia. Mungkin karena waktu saya tidak pernah selalu berdua ya, tapi kehilangan iya jelas. Cuma kalau lihat di rumah ada meja kerjanya dia, itu kok, "sek duwe wes ora bali meneh [yang punya enggak kembali lagi]".
Hari pertama enggak sih karena masih banyak orang. Setelah seminggu itu ya baru kerasa. Sampai waktu mau dimakamkan itu kan anak saya yang kecil itu mau ikut nyemplung. Nah di situ yang membuat saya ambyar, ini saya nangis. Saya bilang sama anak saya yang besar ini, saya bisa. Terus anak saya yang besar cuma bilang, "bisa bu." Ya sudah ya jadi gitu, kerasa kehilangan setelah seminggu, rasanya enggak enak saja. Biasanya pulang, ini kan enggak.
Setelah suami tidak ada, bagaimana ibu dan keluarga menjalani hidup?
Biasa saja sih, saya gak mau berlama-lama di rumah. Setelah selesai, saya kembali dengan kesibukan saya. Kalau terlalu lama di rumah juga kan saya nglangut [terhanyut dalam suasana sedih], jadi saya langsung lanjutkan kegiatan saya. Saya juga dapat beasiswa untuk anak-anak saya setiap bulan selama lima tahun.
Baca Juga: Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Barak di Cangkringan Disiagakan
Anak yang kecil, karena semua orang tahu dia anaknya Wawan, jadi minta pindah sekolah ke Jogja. Akhirnya pindah ke sini, dia senang karena teman-temannya enggak ada yang tahu dia anak wartawan. Dia jadi bisa enjoy lagi. Ya kalau kehidupan biasa saja. Begitu banyak orang yang membantu saya. Jadi benar-benar me-manage uang yang sudah dikasih banyak orang. Setiap acara setiap orang tanya uangnya buat apa, ya saya jawab buat anak-anak saya.
Berita Terkait
-
Sejarah Erupsi Gunung Lewotobi dari Masa ke Masa, Terbaru Telan 10 Nyawa
-
Aktivitas Gunung Merapi Intensif, Ratusan Guguran Lava dan Awan Panas Ancam Zona Bahaya
-
Sirkuit Buriram Jadi Lokasi Laga ARRC 2024 Seri Perdana, Tim Indonesia Ini Yakin Berikan Prestasi Terbaik
-
Pembalap WorldSSP300 Aldi Satya Mahendra Meriahkan IIMS 2024
-
Final ARRC 2023 Thailand, Yamaha Indonesia Turunkan Formasi Tiga Pembalap
Terpopuler
- Kode Redeem FF SG2 Gurun Pasir yang Aktif, Langsung Klaim Sekarang Hadiahnya
- Jika Lolos Babak Keempat, Timnas Indonesia Tak Bisa Jadi Tuan Rumah
- Pemain Keturunan Indonesia Statusnya Berubah Jadi WNI, Miliki Prestasi Mentereng
- Pemain Keturunan Indonesia Bikin Malu Raksasa Liga Jepang, Bakal Dipanggil Kluivert?
- Menghitung Ranking FIFA Timnas Indonesia Jika Menang, Imbang, atau Kalah Melawan China
Pilihan
-
Ranking FIFA Terbaru: Timnas Indonesia Meroket, Malaysia Semakin Ketinggalan
-
Duel Kevin Diks vs Laurin Ulrich, Pemain Keturunan Indonesia di Bundesliga
-
Daftar Lengkap 180 Negara Perang Dagang Trump, Indonesia Kena Tarif 32 Persen
-
Detik-detik Jose Mourinho Remas Hidung Pelatih Galatasaray: Tito Vilanova Jilid II
-
Nilai Tukar Rupiah Terjun Bebas! Trump Beri 'Pukulan' Tarif 32 Persen ke Indonesia
Terkini
-
KAI Tambah Kursi Penumpang Rute Medan-Rantau Prapat untuk Arus Balik Lebaran 2025
-
Viral Sepeda Motor Masuk Tol Medan-Kualanamu, Pengendara Mengaku Ikuti Maps
-
Ngeri! Tukang Ojek di Sergai Digorok Penumpang Pakai Cutter
-
Ancam Bunuh Ibu Kandung, Pria di Medan Diamuk Warga
-
Remaja Asal Aceh Hanyut Mandi Sungai Saat Mudik ke Langkat, Ditemukan Tewas