SuaraSumut.id - Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan akan tunduk pada perntah Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investigasi Luhut Binsar Pandjaitan soal larangan kerumunan di libur akhir tahun.
Kendati perintah melarang kerumunan itu dia nilai adalah instruksi yang terlambat, tapi Rocky mengapresiasi kinerja Luhut yang berani tegas soal kedaruratan tersebut. Rocky menyebut jika seharusnya instruksi itu sudah ditegaskan sejak 7 bulan lalu.
Rocky Gerung mengatakan, instruksi Luhut menjadi jawaban kedaruratan saat ini sehingga dia siap menjalankannya.
"Instruksi bagus pada akhirnya pemerintah keluarkan melalui Luhut yang menyadari kedaruratan ini. Saya akan tunduk pada perintah itu karena itu yang kita inginkan dari 7 bulan lalu, saya termasuk yang minta karantina Jakarta biar selesai (masalah Covid-19)," ujar Rocky Gerung seperti dikutip Suara.com, dari video berjudul "Rocky Gerung Tunduk & Patuh Kepada Luhut Panjaitan", Rabu (16/12/2020).
Kendati begitu, Rocky Gerung tidak menampik bahwa instruksi Luhut itu terlambat. Sebab, kini Covid-19 kadung menyebar.
Menurut Rocky Gerung, keterlambatan itu terjadi lantaran pemerintah terlalu pelit dan terkesan enggan memelihara warga negara sebagaimana tertuang dalam konstitusi.
"Tapi pemerintah pelit, gak mau tanggung mereka yang harus tinggal di rumah tanpa penghasilan. Maka ada kebijakan lain. Akhirnya mereka sadar ini darurat yang sebenarnya sudah dipresidiksi, Indonesia akan menjadi pusat perkembangbiakan Covid-19," tukas Rocky Gerung.
"Ini yang sebetulnya hilang dari pemerintah karena pelit, gak mau tanggung jawab untuk memelihara fakir miskin, apalagi dengan perintah karantina itu mewajibakan pemerintah (menjamin kelangsungan hidup warga)," sambungnya menambahkan.
Lebih lanjut, dalam video itu Rocky Gerung juga menyinggung Habib Rizieq yang kini dipolisikan. Menurut dia, Habib Rizieq menjadi korban terlambatnya instruksi pemerintah.
Baca Juga: Update Corona RI 16 Desember: 636.154 Orang Positif, 19.248 Jiwa Meninggal
Rocky Gerung pun mengaitkannya dengan pemerintah yang juga masih terkesan setengah-setengah karena menerapkan jatah WFH 75 persen. Padahal Rocky Gerung persentasenya bisa lebih dari itu.
"Itu soalnya tetap bicara tentang cicil mencicil, kenapa gak 100 persen, karena pelitnya pemerintah. Pemerintah tetap menghindari karantina wilayah. Ini masalahnya," kata Rocky Gerung.
"Ini sementara Petamburan disterilisasi dengan pemborgolan. Kalau dari awal lock down gak ada borgol membeorgol Habib Rizieq. Kita liat inkonsistensi itu berdampak pada kekacauan. Inkonsistensi membuat kekacuan bahkan berakibat di Habib Rizieq," tandas dia.
Sebelumnya, guna mencegah lonjakan kasus Covid-19, pemerintah memutuskan melarang kerumunan dan perayaan pada libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 di tempat umum.
Keputusan diambil usai Rapat Koordinasi Penanganan Covid-19 di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali secara virtual, Senin (14/12/2020)
Luhut juga menggarisbawahi tren kenaikan di Provinsi DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Bali dan Kalimantan Selatan. Dia pun meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mengetatkan kebijakan karyawan untuk bekerja dari rumah (work from home) hingga 75 persen.
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- Media Italia Bongkar Ada Kontrak Lebih dari Rp25 T di Balik Hibah Kapal Induk Giuseppe Garibaldi
- John Herdman Coret 27 Pemain Jelang Timnas Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026
- Apa Sunscreen Terbaik untuk Flek Hitam pada Usia 50 Tahun? Ini 5 Rekomendasi sesuai Review
- 10 Simbol Feng Shui di Rumah Old Money yang Dipercaya Membawa Kemakmuran
Pilihan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
-
Sudaryono Jabat Kepala BGN, Sudah Diworo-woro Istana Sejak Selasa Malam
Terkini
-
Hari Anak Nasional 2026, BRI Peduli Bekali Siswa SD dengan Edukasi Karakter
-
Kronologi Suami Guru di Tanjungbalai Cabuli Anak Yatim Piatu, Korban Dibujuk Main HP
-
Direktur Politeknik Negeri Medan Tinjau Langsung Pelaksanaan Ujian Masuk
-
Guru di Tanjungbalai Diamuk Warga, Diduga Bawa Siswa SD ke Suami untuk Dicabuli
-
Pria di Medan Rampas HP Lansia Duduk di Kursi Roda, Uang untuk Main Judi