"Itu surat pernyataan pengunduran diri itu saya buat untuk mengantisipasi saya takut banyak korban anak-anak 700 jiwa, seperti yang mereka lakukan hari ini. Kalau lah lagi belajar dan mereka ribut-ribut, orang nanti menganggap saya tidak mampu manajemen sekolah ini," katanya.
JS mengaku, didesak para orang tua murid untuk membuat surat pernyataan tersebut dengan menyorakinya "pergi kau dari sini kepala sekolah LGBT".
JS juga membuat pengaduan permohonan perlindungan ke Dinas Pendidikan Kota Medan.
Ia meminta dinas melakukan kroscek terhadap segala yang dituduhkan kepadanya dan segera memindahkannya atau mutasi.
"Kalau memang tuduhan-tuduhan mereka itu benar, silahkan ambil tindakan terhadap diri saya. Dan saya sudah di BAP dua kali oleh dinas pendidikan, jawaban dinas tidak ada ditemukan kesalahan," ujarnya.
Bantah Kepsek LGBT
Salah seorang guru berinisial IL juga membantah jika pimpinannya merupakan LGBT. Ia menyebut jika masalah isu LGBT yang menyeret JS merupakan urusan pribadi.
"Ini instansi, bapak itu tidak pernah melecehkan murid dan guru. Masalah pribadi dia kalaupun ada itu urusan dia diluar bukan urusan kita," ucapnya.
IL mengatakan, jika benar ada yang merasa dirugikan atas perbuatan Jamahi, semestinya bisa membuat laporan ke polisi bukan ke Dinas Pendidikan.
Baca Juga: Libur Nataru, Jam Operasional Mal dan Tempat Hiburan di Medan Dibatasi
Kontributor : Muhlis
Berita Terkait
Terpopuler
- Bagaimana Cara Cek NIK Terindikasi Judol atau Tidak? Begini Langkah Mudahnya
- 25 Ribu Penerima Bansos di Sulsel Terindikasi Judol
- Buruh di Jogja Geruduk Kantor Gubernur DIY, Tantang Sultan Buktikan Keistimewaan untuk Pekerja
- Khofifah dan Emil Hadiri Pameran Tunggal Lukisan SBY, Apresiasi Karya Presiden ke-6 RI
- 3 Fakta Gila Usai Persib Bandung Kalahkan FC Seoul: Tumbangkan Ranking 26 Asia
Pilihan
-
Akhirnya Buka Suara Usai KPK Usut Korupsi di ATR/BPN, Ini Penjelasan Lengkap Nusron Wahid
-
Pria yang Tendang Perempuan di Senayan City Ditangkap Polisi!
-
Usut Dugaan Korupsi KSO Pertamina EP, Kejagung Geledah Kantor Setda hingga Bapenda Kota Bekasi
-
Mekkah Diserang Houthi, Kemlu Minta WNI Hati-hati di Arab Saudi
-
Dari Aceh hingga Nusa Tenggara, Membaca Peta Ancaman Megathrust Indonesia
Terkini
-
Tabrak Lari Maut di Toba, 2 Mahasiswi Tewas Usai Senggolan dengan Mobil
-
Awas! Perampok di Deli Serdang Pancing Korban Lewat Aplikasi Kencan Online
-
Modus Pura-pura Bantu Anak Wanita yang Sakit, Tukang Parkir di Medan Malah Curi Tas
-
BRI Salurkan KPP Rp427,5 Miliar kepada 1.619 Debitur di Jakarta
-
3 Penambang Tewas Tertimbun Longsor di Madina