SuaraSumut.id - Gubernur Sumut menerbitkan instruksi terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Covid-19 di Sumut.
Dilihat Kamis (14/1/2021), instruksi itu berdasarkan Instruksi Gubsu Nomor 188.54/1/INST/2021 yang diteken Gubernur Sumut Edy Rahmayadi pada 13 Januari 2021.
Instruksi mulai berlaku 14 hingga 31 Januari 2021. Instruksi ditembuskan ke Menko Polhukam, Mendagri, Ketua DPRD Sumut, hingga ketua DPRD di kabupaten/kota se-Sumut.
Poin-poin dalam instruksi PPKM yang wajib diketahui adalah:
Membatasi tempat/kerja kantoran dengan menerapkan work from home (WFH) 50% dan work from office (WFO) 50% dengan memberlakukan protokol kesehatan secara lebih ketat.
Sektor penting yang terkait kebutuhan pokok masyarakat tetap beroperasi 100% dengan pengaturan jam operasional, kapasitas dan penerapan protokol kesehatan dengan lebih ketat.
Melakukan pemberlakuan pembatasan kegiatan restoran (makan/ minum) di tempat sebesar 50% dan pesanan antar/dibawa pulang tetap diijinkan sesuai jam operasional restoran.
Pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mall hingga pukul 21.00 WIB. Pembatasan jam operasional untuk tempat hiburan malam (klab malam, diskotik, pub/live musik, karoke, bar, griya pijat, spa, mandi uap, bola gelinding, bola sodok, area permainan ketangkasan) sampai pukul 22.00 WIB.
Mengizinkan kegiatan konstruksi tetap diizinkan beroperasi 100% dengan penerapan protokol kesehatan ketat, begitu juga dengan tempat ibadah. Untuk kegiatan sosial kemasyarakatan dan keagamaan lainnya dilakukan pembatasan kapasitas 50% dengan protokol kesehatan ketat serta diupayakan dengan cara daring/online.
Baca Juga: Walkot Pematangsiantar Terpilih Meninggal, Begini Sistem Penggantiannya
Poin selanjutnya, diintensifkan kembali protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.
Pada poin berikutnya, memperkuat 3T (tracking, tracing, treatment) termasuk fasilitas kesehatan, tempat karantina, serta pengawasan ketat isolasi mandiri.
Melakukan monitoring dan koordinasi dengan pemangku kepentingan secara berkala. Jika diperlukan dapat membuat perwal/Perbup yang secara spesifik mengatur pembatasan itu sampai pengaturan penerapan sanksi.
Mengoptimalkan kembali posko Satgas COVID-19 di tingkat kabupaten/kota sampai RT/RW, dan untuk desa dapat menggunakan APBDes secara akuntabel, transparan dan bertanggungjawab.
Berupaya mencegah dan menghindari kerumunan, dilakukan tindakan persuasif maupun secara penegakkan hukum dengan melibatkan aparat keamanan. Jika diperlukan dapat dilakukan tracing melalui pemeriksaan swab antigen oleh Satgas Covid-19 daerah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kronologi Gubernur Bali Wayan Koster Diamuk Pegawai SPBU
- Apa Manfaat dari Bedak Marcks? Kenali 5 Fungsi dan Keunggulan Variannya
- 7 Moisturizer Mengandung Formula Anti-aging untuk Wajah Kencang dan Awet Muda
- Urutan Skincare Pagi Wardah untuk Wajah Cerah Bebas Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Daftar HP RAM 12 GB Memori 512 GB untuk Multitasking, Cek Harga Terbarunya
Pilihan
-
Asap Karhutla Hari Ini Sudah Sampai Jakarta dan Banten!
-
Maruli Simanjuntak Disebut Dilantik Prabowo Jadi Wakil Panglima TNI, Kamis Sore Ini
-
Kompak Berpakaian Dinas Lengkap Sambangi Istana, Perwira Tinggi TNI Siap Dilantik Prabowo
-
Belajar Hadapi Kekeringan dari Romo Kirjito, Mamanen Air Hujan yang Jatuh dari Langit
-
Krisis! Kelangkaan BBM Meluas Tak Hanya Bali, Antrean Berjam-jam
Terkini
-
Kabut Asap Selimuti Sumut, Semua Sekolah Terapkan PJJ hingga 21 Oktober
-
Frank & co. Bidik Pasar Gen Z, Hadirkan Konsep Butik Terbaru di Delipark Medan
-
BNCT Siapkan SMP Baru untuk Anak-anak Belawan, Target Beroperasi 2028
-
BRI Dorong Koperasi Desa Lebih Produktif Lewat Kehadiran BRILink Agen
-
Viral Maling Curi Motor Jemaat Gereja di Deli Serdang, 2 Pelaku Ditembak Polisi